News

PRESS RELEASE: ITS 4.0 STRATEGI ITS MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Rab, 25 Apr 2018
12:09 PM
Berita
Share :
Oleh : Admin-Teknik Kelautan   |

Perubahan disruptif di dunia global dengan masuknya periode revolusi industri yang ke empat (Revolusi Industri 4.0) telah memberikan dampak yang sedemikian besarnya, tidak hanya pada dunia industri namun juga pada dunia pendidikan tinggi. Era industri 4.0 ditandai dengan beberapa hal antara lain makin berperannya Internet of Things (IoT) pada setiap industri dan bisnis, dan makin ekstensifnya pemakaian robot dan sensor pada sistem industri dan produksi, serta perubahan lainnya.

Hal ini tentunya pada saat yang sama memberikan peluang dan ancaman. Penguasaan informasi pada sebagian orang bisa berdampak pada monopoli, pemanfaatan robot dan smart manufacture menggeser peran manusia yang berdampak pada hilangnya lapangan pekerjaan, otomatisasi tanpa bekal ketrampilan bagi SDM akan mengakibatkan ketimpangan, keamanan data berujung pada propaganda – hoax – hate speech, dan tentunya akan berbenturan dengan tatanan etika yang selama ini ada di masyarakat.

Suasana Press Confrence yang dihadiri Oleh Rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES. Ph.D

Sekalipun demikian, revolusi industri juga pada saat yang sama memberikan peluang dan harapan bagi kita. Peningkatan utilisasi alat produksi, efisiensi, peningkatan partisipasi sektor publik dalam pembangunan, peluang peningkatan volume perdagangan, lapangan pekerjaan baru dan lainnya merupakan sebagian dari peluang yang dapat dimanfaatkan. Belum lagi, kenyataan bahwa saat ini ada beberapa bisnis dan industri yang tidak lagi dimonopoli oleh mereka yang bermodal besar, inovasi memungkinkan sebaliknya.

Pemerintah RI telah merespon dengan meluncurkan roadmap industri 4.0 pada tanggal 4 April 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Roadmap industri 4.0 ini merupakan peta jalan pemerintah untuk menuju ekonomi digital dan diharapkan mampu mendukung perekonomian. Ada lima sektor prioritas yang masuk dalam roadmap industri 4.0, yakni makanan minuman (mamin), elektronik, otomotif, tekstil, footwear, dan kimia. Pemerintah menganggap diperlukan koordinasi regulasi maupun insentif fiskal terkait infrastruktur telekomunikasi. Pada saat yang sama, beberapa kementerian juga merespon roadmap industri 4.0, termasuk Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tentunya memiliki kewajiban untuk merepson hal tersebut untuk secepatnya dapat beradaptasi dengan arah perubahan dalam upaya menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berperan di era Revolusi Industri 4.0.

Menanggapi hal tersebut di atas, ITS menetapkan 10 strategi utama untuk merespon era Revolusi Industri 4.0, yaitu dengan memfokuskan penyelarasan hal sebagai berikut:

  1. Digitalpreneurship, fokus pada upaya menumbuhkembangkan kewirausahaan berbasis digital melalui penyelarasan kurikulum. Pemberdayaan digital co-working space, menghubungkan dengan sumber-sumber pendanaan dan pasar bagi startup berbasis digital, serta menyediakan digital market place untuk memasarkan hasil inovasi dan produk sivitas akademika ITS.
  2. Distance Learning, memberdayakan sistem dan infrastruktur pembelajaran jarak jauh yang selama ini telah ada di ITS (Share ITS), termasuk di dalamnya adalah sistem transfer kredit yang fleksibel serta perbaikan infrastruktur IT untuk mendukung penguatan distance learning.
  3. IT Infrastructure/E-services/Smart Campus, penguatan ITS sebagai smart campus dengan sistem informasi dan layanan berbasis digital dan paperless yang diharapkan dapat menguatkan kinerja akademik dan efisiensi.
  4. Lifelong Learning, menyediakan sistem pembelajaran seumur hidup yang memungkinkan penguatan akademik dan kompetensi yang lebih fleksible, bukan hanya untuk mahasiswa ITS, namun juga untuk masyarakat umum sehingga mampu meningkatkan daya saing SDM nasional. Penguatan ini tidak hanya melalui program akademik dengan menyiapkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, namun juga pada kegiatan pelatihan dan magang dalam upaya penguatan ketrampilan dan kompetensi.
  5. Global Network for Academic, Research and Innovation, penguatan program akademik dan riset serta inovasi dengan makin menumbukan iklim kolaborasi dengan lembaga nasional dan internasional melalui joint degree program, joint research, akreditasi ITS dari lembaga internasional, peningkatan mobilitas dosen dan mahasiswa serta tenaga kependidikan.
  6. IOT/Big Data/Intelligence Machine, mengarahkan sumber daya riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan IOT, Big Data dan intelligence machine yang dapat mendukung bidang riset stategis di ITS yaitu bidang maritim, ICT dan robotika, lingkungan dan pemukiman, energi-otomotif, sains-material dan nano teknologi, industroi kreatif serta kebumian, manajemen bencana dan perubahan iklim.
  7. Character Building 4.0, membekali lulusan ITS dengan karakter cerdas, amanah dan kreatif termasuk di dalamnya upaya peningkatan aspek 5C yakni creative, cognitive, collaborative, competence, cohesiveness.
  8. Teaching Industry, Penguatan kegiatan hilirisasi di teaching industry (STP) ITS untuk mendukung arah pengembangan prototipe skala industri, kerjasama dengan industri, paten, inkubasi, seed capital, training/certification serta pembinaan UMKM agar dapat mendukung industri nasional.
  9. Alignment To Industry and Public Needs, penyelarasan kurikulum, riset dan inovasi, pengembangan karakter, sistem pembelajaran, dan infrastruktur dan jejaring yang menyesuaikan dengan kebuhan masyarakat dan dunia industri.
  10. Adaptive Environment, memastikan sistem akademik, inovasi, riset, sistem pembelajaran, serta dukungan infrastruktur yang dikembangan di ITS mampu beradaptasi dengan perubahan yang sedemikian cepat sedemikian sehingga memberi lingkungan yang adaptif bagi terbentuknya lulusan dan SDM yang kompetitif dan berkarakter.

10 strategi utama ITS untuk merespon era Revolusi Industri 4.0

Kesepuluh strategi utama di atas telah selaras dengan dokumen perencanaan ITS, baik Rencana Strategis 5 Tahun ITS dan Rencana Induk Pengembangan ITS dalam 25 tahun ke depan. Dalam waktu segera, upaya sosialisasi kepada semua sivitas ITS, alumni dan masyarakat umum, implementasi melalui program rutin dan pengembangan, serta monitoring akan dilaksanakan untuk menjamin bahwa pelaksanaannya memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi upaya penguatan lulusan serta kontribusi bagi bangsa dan penguatan ITS sebagai World Class University. (*)

Latest News

  • Ocean Engineering webinar series

    Pada hari Rabu 1 Juli 2020, Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember telah menyelenggarakan acara

    07 Jul 2020
  • Open Talk DTK Pengenalan Studi S1/S2/S3 DiTeknik Kelautan

    DTK– Pada hari Sabtu 13 Juni 2020, Departemen Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember melaksanakan acara Open Talk. Open

    16 Jun 2020
  • Tak Terhalang Pandemi, Mahasiswa ITS Lakukan KKN dengan Konsep yang Berbeda

    DTKNEWS-Ditengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang tak kunjung membaik, sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tetap

    03 Jun 2020