News

Hai …, Apa Kabar Ramadhan 2026 M ?

Wed, 18 Feb 2026
1:32 PM
Opini-English
Share :
Oleh : Admin-Teknik Kelautan   |

Hai …, Apa Kabar Ramadhan 2026 M ?

 

Oleh:

Dr. Eng. Ir. Rudi W. Prastianto, S.T., M.T, IPU.
Kepala Program Studi Sarjana Teknik Lepas Pantai
Departemen Teknik Kelautan,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Surabaya

 

Ramadhan tahun ini datang seperti tamu yang selalu dinanti, tetapi tak pernah benar-benar pasti akan kita jumpai. Ia bukan sekadar bulan dalam kalender, melainkan kesempatan yang, bagi seorang muslim yang jujur pada dirinya, selalu disertai rasa harap dan cemas.

Harap… semoga Allah masih memberi umur untuk berjumpa dengannya.
Cemas… jangan-jangan inilah Ramadhan terakhir.

Di antara dua rasa itu, hati menjadi lebih jernih. Kita mulai menyadari bahwa tidak ada jaminan akan ada Ramadhan berikutnya bagi kita. Tidak ada kepastian bahwa kita akan kembali duduk di meja sahur tahun depan, atau berdiri lagi dalam shalat tarawih berikutnya. Betapa banyak orang yang tahun lalu masih membersamai kita di masjid, kini telah lebih dahulu menghadap Allah.

Jika Ramadhan ini mungkin yang terakhir, maka ia bukan lagi rutinitas. Ia menjadi kesempatan final.

Kesempatan untuk memperbaiki shalat yang selama ini tergesa.
Kesempatan untuk melunakkan hati yang lama mengeras.
Kesempatan untuk menangisi dosa yang selama ini ditertawakan oleh kelalaian.

Seorang muslim yang benar-benar menginginkan surga tidak akan memandang Ramadhan sebagai beban. Ia tidak akan menganggap puasa sebagai sekadar kewajiban tahunan. Ia melihatnya sebagai jalan pulang.

Maka pantaskah menyepelekan ibadah Ramadhan?

Pantaskah menukar malam-malam yang bisa dipenuhi doa dengan kesibukan yang fana?
Pantaskah membiarkan Al-Qur’an tetap tertutup sementara waktu terus berjalan?
Pantaskah menganggap ringan kesempatan yang mungkin tak akan terulang?

Jika orientasi kita adalah surga Allah, maka Ramadhan adalah musim panen, bukan musim santai. Ia adalah waktu ketika pintu-pintu langit dibuka, ketika rahmat diturunkan dengan melimpah, ketika dosa-dosa bisa luruh lebih mudah dari biasanya.

Dan justru karena mungkin ini yang terakhir, setiap ibadah menjadi bernilai lebih dalam.

Sujud terasa lebih panjang.
Doa terasa lebih tulus.
Taubat terasa lebih mendesak.

Ramadhan mengajarkan satu kesadaran sunyi: bahwa hidup tidak menunggu kesiapan kita. Ia berjalan menuju akhir, konsisten, entah kita siap atau tidak.

Maka seorang muslim yang menginginkan surga tidak akan bertanya, “Apakah ini berat?”
Ia akan bertanya, “Apakah aku akan mendapat kesempatan lagi?”

Jika jawabannya belum tentu, maka Ramadhan tahun ini layak diperlakukan seperti yang terakhir. “BerRamadhanlah seolah-olah ini Ramadhan terakhir bagimu”. Dan mungkin, justru itulah cara terbaik untuk benar-benar menikmatinya.

“Ya Allah, berilah kami kesempatan berjumpa Ramadhan tahun ini dan berilah kemampuan untuk ‘menikmatinya’ hingga akhirnya”.

=======================

@RWP, Surabaya, 17 Februari 2026.

 

Latest News

  • Hai …, Apa Kabar Ramadhan 2026 M ?

    Hai …, Apa Kabar Ramadhan 2026 M ?   Oleh: Dr. Eng. Ir. Rudi W. Prastianto, S.T., M.T, IPU.

    18 Feb 2026
  • Prosa LIRIS ku untuk 2026

    Prosa LIRIS ku untuk 2026   Oleh: Dr. Eng. Ir. Rudi W. Prastianto, S.T., M.T, IPU. Kepala Program Studi

    02 Jan 2026
  • Forum Pendidikan Tinggi Maritim Indonesia

    Forum Pendidikan Tinggi Maritim Indonesia Oleh Prof. Daniel Mohammad Rosyid Staf Pengajar Dept. Teknik Kelautan ITS   Alhamdulillah, Rabu

    28 Nov 2025