News

Sistem Manufaktur Cerdas di Industri FMCG: Case Study of PT Unilever

Jum, 27 Mar 2026
7:46 pm
MANSYS Insight
Share :
Oleh : bagus.n@its.ac.id   |

Hi Sismanity!

Tahukah kamu bahwa satu pabrik FMCG besar bisa memproduksi jutaan produk setiap hari, mulai dari sabun, makanan, hingga produk perawatan rumah tangga? 

Source: https://kumparan.com/kumparanbisnis/unilever-hingga-microsoft-mulai-terapkan-sistem-4-hari-kerja-libur-3-hari-1veXBksVMjO

 

Menariknya, banyak dari proses tersebut kini tidak hanya dikendalikan oleh manusia, tetapi juga oleh data, sensor, dan sistem digital yang bekerja secara real-time. Inilah yang disebut sebagai smart manufacturing.

Dalam industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG), kecepatan dan efisiensi menjadi faktor yang sangat krusial. Permintaan pasar yang tinggi dan perubahan tren konsumen yang cepat membuat perusahaan harus mampu memproduksi dalam jumlah besar tanpa mengorbankan kualitas. Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan global seperti PT Unilever mulai mengintegrasikan teknologi digital dan konsep manufaktur cerdas dalam sistem produksinya.

Transformasi Menuju Smart Manufacturing

Sebagai salah satu perusahaan FMCG terbesar di dunia, Unilever mengoperasikan jaringan pabrik yang kompleks dengan berbagai jenis produk. Untuk menjaga konsistensi produksi sekaligus meningkatkan efisiensi, perusahaan ini mulai mengadopsi pendekatan smart manufacturing melalui integrasi teknologi digital dalam proses produksi.

Teknologi seperti Industrial Internet of Things (IIoT), sensor produksi, dan sistem monitoring berbasis data memungkinkan perusahaan untuk memantau kondisi mesin dan performa produksi secara real-time. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi potensi masalah dalam sistem produksi, seperti penurunan performa mesin atau potensi kerusakan yang dapat menyebabkan downtime [1].

Pendekatan ini memungkinkan penerapan predictive maintenance, yaitu strategi pemeliharaan mesin yang dilakukan berdasarkan prediksi kondisi mesin. Dengan metode ini, perusahaan dapat mengurangi gangguan produksi sekaligus meningkatkan keandalan sistem manufaktur [2].

Integrasi Lean Manufacturing dan Digitalisasi

Transformasi digital di pabrik Unilever tidak berdiri sendiri. Implementasi teknologi tersebut dipadukan dengan prinsip lean manufacturing yang berfokus pada pengurangan pemborosan dalam proses produksi.

Melalui sistem monitoring berbasis data, perusahaan dapat mengidentifikasi berbagai bentuk pemborosan seperti waktu tunggu, produksi berlebih, serta defect produk secara lebih akurat. Informasi ini kemudian digunakan untuk melakukan perbaikan proses secara berkelanjutan sehingga sistem produksi menjadi lebih efisien dan stabil [3].

Kombinasi antara lean manufacturing dan teknologi digital juga memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan transparansi proses produksi. Dengan demikian, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data yang lebih akurat.

Analisis Perspektif Sistem Manufaktur

Dari sudut pandang sistem manufaktur, implementasi manufaktur cerdas menunjukkan pentingnya pendekatan sistem dalam pengelolaan produksi modern. Sistem manufaktur tidak lagi dipandang sebagai kumpulan mesin produksi semata, melainkan sebagai jaringan terintegrasi yang melibatkan manusia, teknologi, informasi, dan proses operasional.

Konsep seperti Overall Equipment Effectiveness (OEE), analisis bottleneck, serta optimasi lini produksi menjadi sangat penting dalam memastikan sistem manufaktur berjalan secara optimal. Dengan adanya teknologi digital, analisis performa sistem dapat dilakukan secara lebih komprehensif karena data produksi tersedia secara real-time [4].

Selain itu, perkembangan teknologi juga memungkinkan penggunaan digital twin, yaitu model virtual dari sistem produksi yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi dan evaluasi perubahan sistem tanpa mengganggu operasi produksi yang sebenarnya. Metode ini sangat berguna dalam meningkatkan efisiensi perancangan sistem manufaktur [5].

Relevansi bagi Laboratorium Sistem Manufaktur

Bagi Laboratorium Sistem Manufaktur, studi kasus implementasi smart manufacturing di perusahaan seperti Unilever memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana teori sistem produksi diterapkan dalam industri.

Konsep yang dipelajari di laboratorium seperti perancangan lini produksi, analisis efisiensi proses, serta optimasi sistem manufaktur dapat langsung dikaitkan dengan praktik industri. Selain itu, perkembangan teknologi digital dalam manufaktur juga membuka peluang penelitian mengenai integrasi sensor produksi, analisis data industri, dan simulasi sistem produksi.

Dengan memahami perkembangan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai sistem manufaktur dari sisi teoritis, tetapi juga dapat melihat bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam konteks industri modern.

Transformasi menuju smart manufacturing menunjukkan bahwa masa depan industri tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tetapi juga pada kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi digital dan pendekatan sistem dalam proses produksinya.

Kasus implementasi di perusahaan seperti Unilever menunjukkan bahwa kombinasi antara lean manufacturing, data analytics, dan teknologi Industry 4.0 dapat menciptakan sistem produksi yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Bagi bidang keilmuan sistem manufaktur, perkembangan ini membuka peluang besar untuk penelitian dan inovasi dalam merancang sistem produksi masa depan.

Referensi

[1] Unilever, Digital Transformation in Manufacturing. https://www.unilever.com

[2] Deloitte, Smart Manufacturing and Industry 4.0. https://www2.deloitte.com

[3] McKinsey & Company, Industry 4.0: Reimagining Manufacturing Operations. https://www.mckinsey.com

[4] World Economic Forum, Global Lighthouse Network: Manufacturing Transformation. https://www.weforum.org

[5] K. Zhou, T. Liu, and L. Zhou, “Industry 4.0: Towards Future Industrial Opportunities,” IEEE Access.https://ieeexplore.ieee.org

 

Penulis: Mohammad Hilmi Hidayatullah

Penyunting: Brian Arga Prasidio Putra

 

Cek berita selengkapnya di sosial media kami:

– Website: https://www.its.ac.id/tindustri/laboratorium-sistem-manufaktur/
– Instagram: @sismanity
– Linkedin: https://www.linkedin.com/company/manufacturing-systems-laboratory-dtsi-its/
– Youtube: SISMANITY ITS

Latest News

  • 6 Alasan Mengapa Sustainable Manufacturing Menjadi Hot Topic di Industri

    Hi Sismanity! Tahu nggak, kalau satu pabrik bisa memangkas penggunaan energi 10 sampai 20 persen hanya dengan menambal “kebocoran”

    27 Mar 2026
  • 5 Trade-offs Divisi Produksi dan Sales Ngga Pernah Akur? Ini Alasannya

    Hi Sismanity! Tahu ngga kenapa sering muncul candaan “produksi bilang tekan, sales bilang jual ke mana”? Karena di balik

    27 Mar 2026
  • Sistem Manufaktur Cerdas di Industri FMCG: Case Study of PT Unilever

    Hi Sismanity! Tahukah kamu bahwa satu pabrik FMCG besar bisa memproduksi jutaan produk setiap hari, mulai dari sabun, makanan,

    27 Mar 2026