News

6 Alasan Mengapa Sustainable Manufacturing Menjadi Hot Topic di Industri

Jum, 27 Mar 2026
11:10 pm
MANSYS Insight
Share :
Oleh : bagus.n@its.ac.id   |

Hi Sismanity!

Tahu nggak, kalau satu pabrik bisa memangkas penggunaan energi 10 sampai 20 persen hanya dengan menambal “kebocoran” prosesnya, dampaknya bisa langsung terasa sampai laporan laba rugi. Nah, itulah kenapa sustainable manufacturing lagi naik daun.

Source: https://phitomas.com/sustainable-manufacturing-and-the-path-to-a-greener-future/

 

Sustainable manufacturing sekarang bukan lagi slogan. Ia menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang. Berikut enam alasan utama mengapa topik ini terus menjadi hangat di industri, sekaligus apa yang bisa dipelajari dan diuji oleh Laboratorium Sistem Manufaktur.

1. Regulasi dan standar lingkungan semakin ketat

Banyak negara dan pasar menuntut kepatuhan terhadap standar lingkungan dan pelaporan emisi. Standar seperti ISO 14001 mendorong perusahaan untuk sistematis mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kepatuhan operasional [1]. Bagi lab, ini artinya eksperimen pengukuran jejak lingkungan (energy per unit, material loss) menjadi topik riset yang langsung relevan dengan kebutuhan industri.

2. Efisiensi jangka panjang = penghematan biaya nyata

Intervensi penghematan energi dan optimasi proses sering kali menghasilkan pengembalian investasi yang cepat. Energy efficiency dan waste reduction adalah dua jalan nyata untuk menurunkan biaya produksi berkelanjutan [2]. Di lab, lakukan eksperimen before/after pada cell produksi mini untuk mengkuantifikasi kWh per unit dan cost-per-unit setelah perbaikan proses.

3. Tekanan konsumen dan investor pada aspek ESG

Konsumen semakin memilih produk yang ramah lingkungan, dan investor memperhitungkan ESG dalam keputusan pembiayaan. Perusahaan yang tidak adaptif berisiko kehilangan pasar dan akses modal [3]. Lab dapat memformulasikan studi kasus komunikasi sustainable practice yang mengaitkan perubahan teknis di lantai produksi dengan metrik ESG yang terukur.

4. Industry 4.0 mempercepat implementasi solusi berkelanjutan

Sensor, IIoT, dan analytics memungkinkan pemantauan energi dan material secara real time sehingga perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data [4]. Di laboratorium, modul sensorisasi pada lini kecil, digital twin, dan dashboard energi menjadi paket eksperimen yang mengajarkan monitoring-to-action cycle.

5. Circular economy membuka peluang bisnis baru

Praktik circular manufacturing mengubah limbah menjadi bahan baku atau produk baru, sehingga mengubah biaya menjadi potensi revenue stream [5]. Untuk lab, buat eksperimen material flow yang menguji reuse/recycle loop pada tingkat sel produksi dan ukur dampaknya pada cost and material efficiency.

6. Ketahanan rantai pasok dan risiko sumber daya

Ketergantungan pada sumber daya langka atau rantai pasok yang rapuh mendorong perusahaan merancang proses yang lebih efisien dan tangguh, sekaligus lebih ramah lingkungan [6]. Laboratorium bisa menjalankan skenario what-if pada digital twin untuk menilai trade-off antara penggunaan bahan alternatif, biaya, dan emisi.

Apa yang bisa Lab Sistem Manufaktur lakukan secara konkret?

  1. Buat modul praktikum sensor-energy: ukur konsumsi energi pada unit produksi kecil, implementasikan kontrol sederhana, bandingkan kWh/unit sebelum dan sesudah.

  2. Digital twin untuk evaluasi desain proses: jalankan simulasi what-if untuk mengganti bahan atau menambah tahap recovery.

  3. Eksperimen circular loop: uji feasibility reuse material di tingkat prototipe, ukur kualitas output dan biaya.

Integrasi OEE + energy dashboard: gabungkan metrik kualitas dan energi untuk melihat trade-off performa vs sustainability.

Sustainable manufacturing menyentuh aspek regulasi, finansial, teknis, dan reputasi perusahaan. Laboratorium Sistem Manufaktur berada pada posisi strategis untuk mengajar, mengeksperimen, dan menunjukkan bukti kuantitatif bahwa praktik berkelanjutan adalah jalan yang feasible dan menguntungkan.

Referensi

[1] International Organization for Standardization, “ISO 14001: Environmental management systems,” https://www.iso.org/standard/60857.html.

[2] McKinsey & Company, “Fueling sustainable development: The energy productivity opportunity,” https://www.mckinsey.com/ (insight pages).

[3] World Economic Forum, “Making Manufacturing Sustainable by Design,” https://www3.weforum.org/docs/WEF_Making_Manufacturing_Sustainable_by_Design_Report.pdf.

[4] McKinsey & Company, “Transforming advanced manufacturing through Industry 4.0,” https://www.mckinsey.com/capabilities/operations/our-insights/transforming-advanced-manufacturing-through-industry-4-0.

[5] Ellen MacArthur Foundation, Circular Economy resources, https://ellenmacarthurfoundation.org/.

[6] United Nations Industrial Development Organization, Medium Term Programme and ISID resources, https://www.unido.org/.

 

Penulis: Mohammad Hilmi Hidayatullah

Penyunting: Brian Arga Prasidio Putra

 

Cek berita selengkapnya di sosial media kami:

– Website: https://www.its.ac.id/tindustri/laboratorium-sistem-manufaktur/
– Instagram: @sismanity
– Linkedin: https://www.linkedin.com/company/manufacturing-systems-laboratory-dtsi-its/
– Youtube: SISMANITY ITS

Latest News

  • Mengapa Perusahaan Berani Memberikan Garansi? Pelajari Ilmu di Baliknya

    Hi Sismanity! 👋        Saat membeli smartphone, laptop, atau mesin cuci, kita hampir selalu menemukan label garansi,

    28 Jul 2026
  • Kenapa Barang Buatan Cina Sering Kali Lebih Murah?

    Hi Sismanity! 👋        Pernahkah kamu menemukan dua produk yang bentuk dan fungsinya hampir sama, tetapi harganya

    24 Jul 2026
  • Apa Itu Muda? 7 Pemborosan yang Diam-Diam Membuat Perusahaan Rugi

    Hi Sismanity! 👋        Pernah merasa waktu habis hanya karena harus bolak-balik mencari barang yang lupa dibawa?

    24 Jul 2026