News

Mengapa Perusahaan Berani Memberikan Garansi? Pelajari Ilmu di Baliknya

Sel, 28 Jul 2026
8:00 pm
MANSYS Insight
Share :
Oleh : bagus.n@its.ac.id   |

Hi Sismanity! 👋

       Saat membeli smartphone, laptop, atau mesin cuci, kita hampir selalu menemukan label garansi, misalnya satu tahun, dua tahun, bahkan hingga sepuluh tahun untuk komponen tertentu seperti kompresor kulkas atau AC. Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa perusahaan berani memperbaiki atau bahkan mengganti produk secara gratis jika rusak selama masa garansi?

 

Ilustrasi dibantu oleh AI Reve.art, dengan prompt dari penulis

 

Bukankah itu bisa membuat perusahaan rugi?

Jawabannya ternyata jauh lebih menarik daripada sekadar “demi menarik pembeli”. Di balik selembar kartu garansi terdapat proses rekayasa yang panjang, mulai dari perancangan produk, pengujian, analisis data, hingga perhitungan risiko. Dengan kata lain, garansi bukanlah tebakan, melainkan keputusan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan data [1].

 Garansi Sudah Dipikirkan Sejak Produk Dirancang

       Sebelum sebuah produk dipasarkan, para insinyur tidak hanya memikirkan bagaimana produk tersebut bekerja, tetapi juga berapa lama produk itu diperkirakan akan tetap berfungsi dengan baik. Bidang ilmu yang mempelajari hal ini disebut Reliability Engineering atau teknik keandalan, yaitu disiplin yang bertujuan memperkirakan peluang suatu produk dapat menjalankan fungsinya tanpa mengalami kegagalan selama periode waktu tertentu [1].

 

Ilustrasi dibantu oleh AI Reve.art, dengan prompt dari penulis

 

       Misalnya, ketika sebuah perusahaan merancang mesin cuci, mereka tidak langsung menentukan masa garansi satu atau dua tahun. Mereka terlebih dahulu menganalisis komponen mana yang paling berisiko rusak, bagaimana pola penggunaan pelanggan, hingga kondisi lingkungan tempat produk akan digunakan.

Produk Tidak Langsung Dijual, tetapi Diuji Terlebih Dahulu

       Sebelum sampai ke tangan konsumen, sebuah produk biasanya melewati berbagai product testing atau pengujian produk. Tujuannya adalah memastikan produk tetap bekerja dalam berbagai kondisi, seperti suhu tinggi, kelembapan, getaran, atau penggunaan berulang [2].

 

Ilustrasi dibantu oleh AI Reve.art, dengan prompt dari penulis

 

       Namun, perusahaan tentu tidak mungkin menunggu sepuluh tahun hanya untuk mengetahui apakah sebuah kulkas mampu bertahan selama itu. Karena itulah digunakan metode Accelerated Life Testing, yaitu pengujian yang mempercepat proses penuaan produk dengan memberikan kondisi kerja yang lebih berat daripada penggunaan normal. Dari hasil pengujian tersebut, para insinyur dapat memperkirakan umur pakai komponen dan kemungkinan terjadinya kerusakan dalam jangka waktu tertentu [3].

Data Menentukan Berapa Lama Garansi Diberikan

        Menentukan masa garansi bukan sekadar keputusan berdasarkan intuisi. Perusahaan memanfaatkan data hasil pengujian, data kegagalan komponen, hingga analisis statistik untuk memperkirakan berapa banyak produk yang kemungkinan mengalami kerusakan selama masa garansi [4].

       Sebagai contoh sederhana, jika hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar produk masih berfungsi dengan baik setelah dua tahun penggunaan normal, perusahaan akan lebih percaya diri menawarkan garansi selama periode tersebut. Sebaliknya, jika suatu komponen memiliki risiko kegagalan yang lebih tinggi, masa garansinya bisa dibuat lebih pendek atau perusahaan akan memperbaiki desain produknya terlebih dahulu.

Mengapa Perusahaan Mau Memperbaiki Produk Secara Gratis?

       Inilah bagian yang sering membuat banyak orang penasaran. Ketika perusahaan memperbaiki atau mengganti produk secara gratis selama masa garansi, bukan berarti mereka tidak mengalami biaya. Biaya tersebut justru sudah diperkirakan sejak awal sebagai bagian dari perencanaan bisnis dan manajemen risiko [5].

 

Ilustrasi dibantu oleh AI Reve.art, dengan prompt dari penulis

 

       Berdasarkan data keandalan produk, perusahaan dapat memperkirakan berapa banyak klaim garansi yang kemungkinan akan terjadi. Estimasi biaya perbaikan, penggantian komponen, hingga layanan purnajual kemudian dimasukkan ke dalam perhitungan biaya produk secara keseluruhan. Dengan cara ini, perusahaan tetap dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan tanpa mengganggu keberlangsungan bisnis.

       Pendekatan tersebut juga didukung oleh Quality Assurance, yaitu upaya memastikan proses produksi mampu menghasilkan produk yang andal sejak awal, serta Quality Control, yaitu pemeriksaan kualitas selama proses produksi agar produk cacat tidak sampai ke tangan konsumen [6]. Jika masih ditemukan masalah setelah produk digunakan, perusahaan akan memanfaatkan data klaim garansi sebagai bahan continuous improvement, yaitu proses perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan desain maupun proses produksi pada generasi produk berikutnya [2].

Fun Fact 💡

Tahukah kamu? Tidak semua komponen dalam satu produk memiliki masa garansi yang sama. Pada beberapa merek AC atau kulkas, misalnya, kompresor bisa bergaransi lebih lama dibandingkan komponen lainnya. Hal ini karena setiap komponen memiliki karakteristik, pola penggunaan, serta tingkat keandalan yang berbeda. Selain itu, kerusakan akibat cacat produksi biasanya ditanggung oleh garansi, sedangkan kerusakan akibat benturan, terkena cairan, atau penggunaan yang tidak sesuai umumnya tidak termasuk dalam cakupan garansi [1].

Garansi Adalah Cerminan Kepercayaan pada Produk

Ketika sebuah perusahaan memberikan garansi, mereka sebenarnya sedang menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap produk yang telah mereka rancang dan uji. Kepercayaan tersebut bukan muncul begitu saja, melainkan dibangun melalui proses rekayasa, pengujian, analisis data, pengendalian kualitas, dan perhitungan risiko yang dilakukan jauh sebelum produk dijual.

Jadi, lain kali saat melihat kartu garansi di dalam kotak smartphone atau peralatan elektronik, ingatlah bahwa di balik selembar kartu tersebut terdapat perpaduan antara ilmu manufaktur, teknik keandalan, dan strategi bisnis. Semakin baik perusahaan memahami keandalan produknya, semakin percaya diri mereka dalam memberikan garansi kepada konsumennya.

 

Penulis: Andika Putra Pamungkas

Penyunting: Brian Arga Prasidio Putra

 

Daftar Pustaka

[1] Elsayed A. Elsayed. *Reliability Engineering*. 3rd Edition. Wiley. 2021.

[2] Patrick D. T. O’Connor & Andre Kleyner. *Practical Reliability Engineering*. 5th Edition. Wiley. 2012.

[3] National Institute of Standards and Technology (NIST). *Accelerated Testing Methods*. https://www.nist.gov/

[4] IEEE Reliability Society. *Reliability Engineering Resources*. https://rs.ieee.org/

[5] Kececioglu, Dimitri B. *Reliability Engineering Handbook*. DEStech Publications. 2002.

[6] ASQ (American Society for Quality). *Quality Assurance and Quality Control*. https://asq.org/

Cek berita selengkapnya di sosial media kami:

Website: https://www.its.ac.id/tindustri/laboratorium-sistem-manufaktur/
Instagram: @sismanity
LinkedIn: www.linkedin.com/in/manufacturing-systems-laboratory
YouTube: SISMANITY ITS

Latest News

  • Mengapa Perusahaan Berani Memberikan Garansi? Pelajari Ilmu di Baliknya

    Hi Sismanity! 👋        Saat membeli smartphone, laptop, atau mesin cuci, kita hampir selalu menemukan label garansi,

    28 Jul 2026
  • Kenapa Barang Buatan Cina Sering Kali Lebih Murah?

    Hi Sismanity! 👋        Pernahkah kamu menemukan dua produk yang bentuk dan fungsinya hampir sama, tetapi harganya

    24 Jul 2026
  • Apa Itu Muda? 7 Pemborosan yang Diam-Diam Membuat Perusahaan Rugi

    Hi Sismanity! 👋        Pernah merasa waktu habis hanya karena harus bolak-balik mencari barang yang lupa dibawa?

    24 Jul 2026