Sorry, no posts matched your criteria.
Bayangkan kamu berdiri di tengah sebuah pabrik besar. Mesin bergerak, material berpindah, operator bekerja, data produksi terus mengalir. Sekilas terlihat seperti aktivitas biasa. Padahal di balik itu semua ada satu hal yang menentukan yaitu sistem. Di sinilah konsep House of Manufacture menemukan maknanya.
Di bawah naungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Teknik Industri tidak hanya mengajarkan cara membuat produk. Ia mengajarkan cara merancang sistem yang membuat produk bisa tercipta dengan efisien, presisi, dan berkelanjutan..
Berbeda dari banyak kampus yang menekankan aspek manajerial, Teknik Industri ITS menempatkan sistem manufaktur sebagai tulang punggung keilmuannya.
Mahasiswa memahami bagaimana sistem produksi dirancang dari nol, mulai dari perencanaan kapasitas, perancangan layout, integrasi manusia dengan mesin, hingga transformasi menuju smart manufacturing. Fokus ini membentuk lulusan yang bukan hanya paham teori manajemen, tetapi benar-benar mengerti “jantung” operasional industri.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mendorong percepatan transformasi industri melalui roadmap Making Indonesia 4.0. Fokusnya adalah integrasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan daya saing manufaktur nasional.
Kurikulum Teknik Industri ITS dirancang selaras dengan kebutuhan tersebut. Mahasiswa mempelajari integrasi otomasi, analisis performa sistem, serta pengambilan keputusan berbasis model kuantitatif untuk mendukung transformasi industri yang berkelanjutan.
Sebagai House of Manufacture, Teknik Industri ITS berupaya mencetak system thinker individu yang mampu melihat industri secara utuh. Lulusan tidak hanya berorientasi pada mesin atau manajemen semata, tetapi mampu memahami hubungan antar elemen dalam sistem produksi dan mengambil keputusan strategis berbasis data.
Identitas sebagai House of Manufacture tercermin pada jejak alumni. Lulusan Teknik Industri ITS berkiprah di sektor manufaktur, operasi, dan supply chain pada berbagai perusahaan nasional dan multinasional seperti Astra International, Unilever, hingga Toyota Motor Corporation. Jejak alumni menunjukkan relevansi pendekatan ini. Banyak lulusan berkiprah di sektor manufaktur dan operasi di perusahaan nasional maupun global, berperan dalam continuous improvement, supply chain management, hingga operational strategy.
Di tengah ketidakpastian global dan disrupsi teknologi, industri membutuhkan lebih dari sekadar tenaga teknis. Dunia industri memerlukan system thinker individu yang mampu memahami keterkaitan antar proses dan merancang solusi berbasis efisiensi serta keberlanjutan. Sebagai House of Manufacture, Teknik Industri ITS berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja di industri, tetapi mampu memimpin transformasi sistem produksi.
Manufaktur mungkin tidak selalu menjadi sorotan utama dalam wacana publik, namun ia tetap menjadi motor penggerak ekonomi. Selama produk fisik masih dibutuhkan masyarakat, sistem produksi yang efisien akan selalu relevan. Dengan fondasi kuat pada rekayasa sistem manufaktur, Teknik Industri ITS menunjukkan bahwa masa depan industri bukan hanya tentang teknologi, melainkan tentang bagaimana sistem dirancang untuk bekerja secara optimal dan berkelanjutan.
Penulis: Wahyu Alfian
Penyunting: Brian Arga Prasidio Putra
Cek berita selengkapnya di sosial media kami:
– Website: https://www.its.ac.id/tindustri/laboratorium-sistem-manufaktur/
– Instagram: @sismanity
–LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/manufacturing-systems-laboratory-dtsi-its/
– YouTube: SISMANITY ITS