Teknik Geomatika ITS Gandeng Pakar GeoAI Australia, Buka Peluang Riset Tata Ruang Masa Depan

Terbit pada

Kamis, 5 November 2026

Oleh
lahuri
20

Prof. Mehdi dan Dr. Khomsin, S.T., M.T. (Kepala Departemen teknik Geomatika)

 

 

Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan teknologi spasial global. Pada hari Rabu, 4 November 2026, departemen ini menggelar inisiasi kerja sama internasional dengan menyambut kehadiran pakar spasial, Prof. Dr. Mehdi Ravanbakhsh, di Ruang GM 205.
Prof. Dr. Mehdi Ravanbakhsh merupakan CEO sekaligus Founder dari Mapizy, sebuah perusahaan berbasis GeoAI (Geospatial Artificial Intelligence) asal Australia, serta berstatus sebagai Adjunct Associate Professor di University of Western Australia (UWA). Kunjungan strategis ini difokuskan pada pengenalan teknologi GeoAI canggih yang mampu mendeteksi perubahan lingkungan perkotaan dan alam secara akurat. Dalam sesi pemaparan di ruang rapat, beliau mempresentasikan materi bertajuk “From Maps to Intelligence” yang memantik diskusi antusias dengan para dosen dan peneliti Teknik Geomatika ITS.
Pertemuan ini dirancang untuk membuka peluang riset bersama yang akan melibatkan kolaborasi antara pakar industri, dosen, dan mahasiswa. Fokus riset ke depan akan mencakup optimalisasi pengolahan citra satelit, teknologi drone, fotogrametri, dan penginderaan jauh yang sepenuhnya diintegrasikan dengan kecerdasan buatan.
Selain sesi diskusi akademik, wujud nyata eksplorasi inovasi juga terlihat ketika Prof. Mehdi meninjau langsung fasilitas laboratorium kampus. Beliau tampak mengamati dan berinteraksi dengan teknologi proyeksi topografi augmented reality (AR Sandbox) yang digunakan untuk simulasi elevasi dan kontur permukaan bumi.
Sinergi lintas negara ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat jejaring akademik dan industri di tingkat global, sekaligus mendukung realisasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Momen inisiasi kerja sama ini secara resmi ditandai dengan penyerahan cenderamata dari pihak ITS kepada Prof. Mehdi serta ditutup dengan sesi foto bersama seluruh civitas akademika yang hadir.
Dunia pemetaan kini bergerak semakin dinamis dengan sentuhan kecerdasan buatan. Inisiatif kerja sama ini diharapkan mampu menginspirasi sivitas akademika untuk terus mengeksplorasi potensi inovasi, memetakan masa depan, dan menjadi bagian dari pencetak sejarah solusi tata ruang yang nyata bagi lingkungan.