Indonesia termasuk kawasan geologi yang aktif karena ditumbuk 3 lempeng yaitu Lempeng Pasifik yag bergerak ke barat, Lempeng Samudera Hindia yang bergerak ke utara menyusup (subduksi) dibawah Lempeng Eurasia. Tumbukan lempeng tektonik sudah berlangsung jutaan tahun dan lempeng ini bergerak dengan kecepatan 3-7 cm pertahun. Konsekuensinya seluruh titik di wilayah Indonesia mengalami deformasi dan memunculkan sesar sesar pasif dan aktif.
Beberapa Sesar terbentuk mengakomodasi stress yang dihasilkan oleh subduksi lempeng. Studi deformasi dengan menggunakan data GNSS (Global Navigation Satellite System) telah banyak dilakukan untuk mengestimasi laju geser dari sesar-sesar utama di Indonesia. Vektor kecepatan GNSS digunakan untuk menghitung strain rate dan laju geser untuk setiap segmen sesar.
Departemen Teknik Geofisika ITS menyelenggarakan Guest Lecture berjudul “Estimation of Slip Rate and Active Fault Geometry Based on GNSS Measurement” yang disampaikan oleh narasumber:
yang akan diselenggarakan pada:
Materi narasumber dapat diakses di sini:
SURABAYA – Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang energi terbarukan. Kali
SURABAYA – Semangat kolaborasi antar-keilmuan kembali membuahkan hasil manis bagi civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim Enervibe
Banyak ahli menyebutkan bahwa tahun 2026 muncul ancaman El Nino “Godzilla” karena el nino yang terjadi akan super kuat