Manajemen Rantai Pasok Angkutan Susu Sapi dan Turunannya melalui Jalur Transportasi Laut: Studi Kasus Peternakan Sapi Perah Pasuruhan - Departemen Teknik Transportasi Laut

 

Kategori

Tugas Akhir

Judul Manajemen Rantai Pasok Angkutan Susu Sapi dan Produk Turunannya melalui Jalur Transportasi Laut: Studi Kasus Peternakan Sapi Perah Pasuruhan
Mahasiswa Ade Junifar (4110100069)
Pembimbing Firmanto Hadi, S.T., M.Sc. dan Irwan Tri Yunianto, S.T., M.T.

 

Pengembangan distribusi merupakan hal penting dalam mendukung pembangunan ketahanan pangan, terutama distribusi di daerah-daerah yang memiliki kebutuhan akan suatu pangan tertentu. Melihat potensi maritim yang dimiliki Negara Indonesia, distribusi pangan dapat dikembangkan dengan menggunakan transportasi laut. Salah satu jenis pangan yang banyak dibutuhkan untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah susu. Selain karena sehat, susu juga mempunyai banyak produk turunannya seperti keju dan yogurt yang juga memiliki kandungan gizi yang penting. Manajemen Rantai Pasok melalui jalur laut dilakukan pada dua sektor, yaitu sektor hulu (Inbound) dari koperasi susu sampai dengan pabrik pengolah, dan sektor hilir (Outbound) dari pabrik pengolah sampai dengan pasar. Opsi pengiriman dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) alat angkut, yaitu reefer container, reefer tank container untuk sektor hulu, dengan opsi pengiriman melalui jasa EMKL dan Perusahaan Pelayaran, dan sektor hilir hanya menggunakan peti kemas 20 ft dengan opsi pengiriman yang sama. Dengan menggunakan jalur laut, pihak koperasi memiliki keuntungan yang lebih besar, yaitu dengan memakai opsi peti kemas 40 ft, dengan jasa Perusahaan Pelayaran. Sedangkan pihak pabrik pengolah lebih menguntungkan dengan memakai jasa Perusahaan Pelayaran untuk rute Surabaya dan Denpasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *