[Yogyakarta, 10 Agustus 2026] — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut berkontribusi dalam Diskusi Panel “Penguatan Peran Lembaga Halal di Perguruan Tinggi dalam Membangun Ekosistem Halal Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh Halal Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Bank Indonesia KPw DIY pada Senin, 10 Agustus 2026, di University Hotel, Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–14.30 WIB ini mempertemukan berbagai lembaga halal dari perguruan tinggi untuk membahas strategi penguatan ekosistem halal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Forum tersebut diikuti oleh berbagai lembaga halal perguruan tinggi dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), antara lain Halal Center Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, serta LPH UGM, LPH UII, dan LPH UIN Sunan Kalijaga. Peserta juga mencakup partisipan International Summer Program (ISP) FST.
Dalam sesi utama, Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D., IPM., Kepala Pusat Studi Halal ITS, hadir sebagai narasumber dengan topik “Hilirisasi Riset Halal dalam Mendukung Ekosistem Halal.” Materi tersebut menyoroti pentingnya perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghilirkan hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri halal.
Salah satu arah pengembangan riset halal yang disoroti adalah pemanfaatan big data untuk mendukung autentikasi produk halal. Pendekatan berbasis data dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi untuk memperkuat proses identifikasi, penelusuran, dan verifikasi kehalalan produk secara lebih sistematis. Pemanfaatan data dari berbagai sumber juga membuka peluang pengembangan sistem autentikasi yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri serta proses jaminan produk halal.
Pengembangan autentikasi halal berbasis big data menunjukkan bahwa riset di perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menjawab tantangan nyata dalam industri halal. Integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi digital, data, dan kebutuhan regulasi diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang mendukung traceability, transparansi, dan penguatan kepercayaan konsumen terhadap produk halal.
Kegiatan ini juga menghadirkan Assoc. Prof. Bethania Kartika Muflih dari International Islamic University Malaysia (IIUM) dalam sesi “Contemporary Rulings on Halal Issues in the Modern World”. Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta penyampaian rangkuman hasil diskusi.
Melalui diskusi ini, penguatan kelembagaan Pusat Studi Halal diarahkan tidak hanya pada aspek pendidikan dan pelatihan, tetapi juga pada hilirisasi riset halal, pengembangan teknologi autentikasi, pemanfaatan big data, pendampingan industri, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi penghubung antara riset, teknologi, regulasi, industri, dan masyarakat, sehingga hasil penelitian dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri halal.
Partisipasi ITS dalam kegiatan ini menegaskan komitmen ITS untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal Indonesia melalui penguatan kelembagaan, hilirisasi riset halal, pengembangan sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan kolaborasi multipihak.
Ke depan, penguatan jejaring antarlembaga halal perguruan tinggi diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam penelitian, pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan teknologi autentikasi halal berbasis data yang profesional, inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut berkontribusi dalam rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35
— Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi
— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut berkontribusi dalam Diskusi Panel “Penguatan Peran Lembaga Halal