Jember, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tekno Sains Academy kembali berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kesiapan pelaku usaha menghadapi implementasi Wajib Halal Oktober 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Penyelia Halal Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlangsung pada 4–5 Juni 2026 di Aula UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang – Lembaga Tembakau Jember.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang Jaminan Produk Halal (JPH), khususnya bagi pelaku usaha yang perlu memahami peran penyelia halal serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) secara benar, tertib, dan terdokumentasi. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga mengikuti praktik penyusunan dokumen dan simulasi tahapan sertifikasi halal.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang mayoritas merupakan pelaku usaha swasta dan pemilik usaha dari berbagai daerah di Jawa Timur. Peserta berasal dari beragam sektor usaha, mulai dari makanan ringan, kue kering, roti, katering, kopi, madu, minuman, batik, fesyen, hingga kerajinan. Adapun daerah asal peserta antara lain Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, Sidoarjo, Pamekasan, Gresik, Banyuwangi, dan Probolinggo.
Keterlibatan pelaku usaha dari berbagai daerah tersebut menunjukkan semakin kuatnya kebutuhan pendampingan dan peningkatan kompetensi dalam menghadapi kewajiban sertifikasi halal. Terlebih, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang masih membutuhkan pemahaman praktis terkait dokumen halal, daftar bahan, proses produk halal, audit internal, hingga mekanisme pendaftaran sertifikasi halal melalui sistem resmi.
Pada hari pertama, pelatihan difokuskan pada penguatan pengetahuan dasar penyelia halal. Peserta mendapatkan materi mengenai regulasi dan ruang lingkup Jaminan Produk Halal, tugas dan tanggung jawab penyelia halal serta pelaku usaha, alur sertifikasi halal, hingga persyaratan sertifikasi halal. Materi tersebut dilanjutkan dengan pembahasan konsep halal-haram, penyebab keharaman produk, ketentuan syariat Islam mengenai kehalalan produk, serta dasar penetapan fatwa kehalalan produk.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pengantar mengenai Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), yang mencakup komitmen dan tanggung jawab, bahan, proses produk halal, produk, serta pemantauan dan evaluasi. Dalam sesi praktik, peserta dibimbing untuk mulai menyusun dokumen penerapan SJPH dan kelengkapannya, termasuk manual SJPH, SOP, daftar bahan halal, serta dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi.
Memasuki hari kedua, pelatihan diarahkan pada penguatan keterampilan kerja dan kompetensi penyelia halal. Peserta mempelajari praktik pengawasan bahan, proses, dan produk halal, termasuk pengisian formulir pengawasan Proses Produk Halal (PPH). Sesi berikutnya membahas penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria halal, pelaksanaan audit internal penerapan SJPH, serta evaluasi tindak lanjut hasil audit internal.
Sebagai bagian penting dari pelatihan, peserta juga mengikuti praktik pendaftaran sertifikasi halal melalui SIHALAL. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan akun pelaku usaha, pembaruan data pelaku usaha, hingga simulasi pengajuan sertifikasi halal jalur reguler untuk pelaku usaha mikro dan kecil. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu memahami proses sertifikasi halal secara lebih utuh, mulai dari persiapan dokumen hingga pengajuan melalui sistem resmi.
Materi pelatihan disampaikan oleh para narasumber dan fasilitator dari ITS, yaitu Dr. Fahmi, S.T.; Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D., IPM.; Ahmad Muklason, S.Kom., M.Sc., Ph.D.; serta Ulfah Lailatul Khoiriah, S.T., M.T. Para pemateri memberikan penguatan dari sisi regulasi, konsep kehalalan produk, penerapan SJPH, hingga praktik teknis yang dibutuhkan pelaku usaha dalam mempersiapkan proses sertifikasi halal.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, ITS dan Disperindag Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem industri halal di Jawa Timur. Pelatihan penyelia halal berbasis SKKNI ini diharapkan dapat mendorong lahirnya pelaku usaha yang lebih siap, tertib, dan kompeten dalam menerapkan standar halal pada proses bisnisnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi ITS dalam mendukung percepatan sertifikasi halal nasional menjelang Wajib Halal Oktober 2026. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang memahami peran penyelia halal dan penerapan SJPH, ekosistem industri halal di Jawa Timur diharapkan dapat tumbuh semakin kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara resmi memperkenalkan Model Context Protocol (MCP) Server untuk
— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berperan aktif dalam Pelatihan Penyelia Halal, yang digelar selama
– Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berpartisipasi aktif sebagai narasumber dalam Konvensi Rancangan Standar Kompetensi