[Surabaya, 29 Mei 2026] — Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan kegiatan Hybrid Sharing Session bertajuk “Transforming Your Curriculum with Project-Based Learning (PBL)” pada Jumat, 29 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Zareena Gani, Associate Professor of Mechanical Engineering, University College London (UCL), sebagai narasumber utama. Sharing session ini diikuti oleh dosen, peneliti, mahasiswa, dan kalangan akademisi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pembelajaran berbasis proyek di perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana Project-Based Learning (PBL) dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi masa kini.
“PBL tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai penerima materi, tetapi juga sebagai problem solver yang aktif dalam mengidentifikasi persoalan, merancang solusi, bekerja dalam tim, serta menghubungkan teori dengan pengalaman nyata,” ujar Zareena.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi akademik antara ITS dan UCL. Sebelumnya, kedua institusi telah terlibat dalam kolaborasi riset internasional pengembangan biodegradable packaging berbahan sabut kelapa. Riset tersebut didukung pendanaan Global Engagement Funds (GEF) 2025/2026 dan dikenalkan kepada masyarakat melalui workshop bertajuk “Pemanfaatan Sabut Kelapa untuk Bahan Kemasan Berkelanjutan: Optimalisasi Sumber Daya Lokal Banyuwangi” di Rumah Kreatif Banyuwangi (Selasa. 26 Mei 2026).
Kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dapat saling terhubung. Ketua Tim ITS dari Program Studi Teknik Pangan Departemen Teknik Kimia ITS, Siti Nurkhamidah berfokus pada formulasi material, pemilihan binder, komposisi sabut kelapa, hingga proses produksi kemasan.
“Sementara itu, tim UCL dari Mechanical Engineering Department berperan pada aspek desain produk dan pengembangan struktur kemasan.” tambah Siti Nurkhamidah.
Melalui riset tersebut, sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dikembangkan menjadi bahan baku kemasan ramah lingkungan bernilai ekonomi tinggi. Inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku UMKM, khususnya di Banyuwangi, sekaligus mendukung pengurangan penggunaan plastik melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pendidikan, riset internasional, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan teknologi kemasan berkelanjutan, ITS terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Inovasi biodegradable packaging berbahan sabut kelapa ini tidak hanya mendukung pengurangan sampah plastik dan peningkatan nilai tambah sumber daya lokal, tetapi juga memperkuat ekosistem industri produk halal di Indonesia melalui penyediaan kemasan pangan yang aman, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi.
– Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ikut berperan dalam Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Ekosistem
– Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bersama Queen Pustaka menyelenggarakan webinar nasional
— Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan kegiatan Hybrid Sharing Session bertajuk