News

Validasi Data Anugerah Adinata Syariah Pemprov Jawa Timur, Tim KNEKS Kunjungi OPOP Centre dan Zona KHAS Kantin Pusat ITS

Rab, 20 Mei 2026
10:21 pm
Berita
Share :
Oleh : muklason@its.ac.id   |

Surabaya, 20 Mei 2026 — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan Tim Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam rangka validasi data Anugerah Adinata Syariah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di One Pesantren One Project (OPOP) Centre ITS dan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) Kantin Pusat ITS, Rabu (20/5).

Kunjungan Tim KNEKS tersebut didampingi oleh sejumlah perwakilan instansi strategis di Jawa Timur. Beberapa di antaranya yakni Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur, Biro Perekonomian Setdaprov Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Timur, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, serta Manajemen Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses validasi terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur, khususnya pada aspek pengembangan produk halal, pemberdayaan pelaku usaha, penguatan ekonomi pesantren, serta implementasi fasilitas kuliner halal di lingkungan perguruan tinggi. ITS melalui OPOP Centre dan Zona KHAS Kantin Pusat dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem halal yang terintegrasi antara pendidikan, riset, inovasi, pendampingan, dan implementasi di masyarakat.

Selain melakukan peninjauan langsung ke OPOP Centre dan Zona KHAS ITS, rombongan Tim KNEKS juga diterima oleh Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian, Prof. Agus Muhamad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, ITS menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kontribusi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya melalui riset, inovasi, pendampingan UMKM, penguatan ekonomi pesantren, serta pengembangan ekosistem produk halal.

Prof. Agus menyampaikan bahwa ITS memiliki kapasitas akademik dan kelembagaan yang dapat mendukung percepatan pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting tidak hanya dalam menghasilkan inovasi, tetapi juga dalam menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pesantren.

“ITS berkomitmen untuk terus mendukung penguatan ekosistem halal dan ekonomi syariah melalui kolaborasi lintas sektor. Kehadiran OPOP Centre dan Zona KHAS Kantin Pusat ITS menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi ITS dalam membangun lingkungan yang mendukung produk halal, aman, sehat, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Direktur OPOP Centre ITS, Dr. Arief Abdurrahman, S.T., M.T., menjelaskan bahwa OPOP Centre ITS memiliki berbagai program yang diarahkan untuk membantu kemandirian pondok pesantren di Jawa Timur. Program-program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan pesantren, tetapi juga pada pendampingan pengembangan produk, peningkatan kualitas usaha, penguatan manajemen bisnis, serta perluasan jejaring kewirausahaan berbasis pesantren.

“Melalui OPOP Centre, ITS berupaya menghadirkan program-program yang dapat membantu pondok pesantren menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong pesantren untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur,” terang Arief.

Sementara itu, Zona KHAS Kantin Pusat ITS menjadi contoh implementasi lingkungan kuliner halal, aman, dan sehat di kawasan kampus. Zona ini juga menjadi kebanggaan tersendiri karena hadir sebagai Zona KHAS pertama di Indonesia. Keberadaan Zona KHAS Kantin Pusat ITS menunjukkan komitmen ITS dalam mendukung penyediaan layanan pangan yang memenuhi aspek kehalalan, keamanan, dan kesehatan bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum.

Zona KHAS tersebut juga menjadi wujud nyata sinergi antara kampus, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem halal di sektor kuliner. Melalui fasilitas ini, ITS tidak hanya menyediakan layanan pangan halal di lingkungan kampus, tetapi juga menghadirkan model implementasi yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan zona kuliner halal di berbagai wilayah lainnya.

Melalui kunjungan validasi ini, ITS berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga keuangan, otoritas terkait, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong Jawa Timur menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah dan industri halal nasional yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Latest News

  • Validasi Data Anugerah Adinata Syariah Pemprov Jawa Timur, Tim KNEKS Kunjungi OPOP Centre dan Zona KHAS Kantin Pusat ITS

    Surabaya, 20 Mei 2026 — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan Tim Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah

    20 Mei 2026
  • Discover to Deliver: Siswa SD Khadijah Wonorejo Ciptakan Solusi Hunian Cerdas dengan Kesadaran Gaya Hidup Halal

    — SD Khadijah Wonorejo Surabaya menyelenggarakan puncak kegiatan D2D “Discover to Deliver” Exhibition Day Tahun

    13 Mei 2026
  • UBT Perkuat Kapasitas Kelembagaan Halal melalui Sharing Session bersama Pusat Studi Halal ITS

    — Universitas Borneo Tarakan melalui UPA Kawasan Sains dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk “Sharing

    07 Mei 2026