News

ITS dan IIUM Perkuat Kolaborasi Riset dan Regulasi Halal melalui Webinar Internasional “Halal Without Borders”

Sel, 04 Nov 2025
7:34 am
Berita
Share :
Oleh : muklason@its.ac.id   |

Kampus ITS, 4 November 2025 — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Pusat Studi Halal berkolaborasi dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Halal Without Borders: Indonesia & Malaysia’s Shared Journey”, Selasa (4/11). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring riset dan inovasi halal antara dua institusi pendidikan terkemuka di kawasan Asia Tenggara.

Mewakili Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Dr. Fadhilatul Taufani, S.T., M.T., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kolaborasi tersebut. “Kerja sama antara ITS dan IIUM menunjukkan komitmen kedua institusi dalam memperluas peran akademik dan riset untuk mendukung ekosistem halal global yang berkelanjutan. Sinergi ini sejalan dengan semangat ITS menuju World Class University yang berkontribusi nyata bagi masyarakat internasional,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Mengusung tema “Unifying Halal Innovation Without Borders — Building a Secure Future Together”, webinar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D., IPM dari Pusat Studi Halal ITS dan Assoc. Prof. Dr. Mohd Hafidz Mahamad Maifiah, Deputy Dean Academic and Internationalisation dari International Institute for Halal Research and Training (INHART) IIUM.

Dalam paparannya, Prof. Setiyo Gunawan menekankan pentingnya penguatan regulasi jaminan produk halal di Indonesia. Ia menjelaskan perkembangan kebijakan nasional mulai dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal hingga Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024, yang mewajibkan seluruh produk makanan, minuman, kosmetik, dan farmasi memiliki sertifikat halal paling lambat pada Oktober 2026.

“Implementasi jaminan produk halal bukan hanya bentuk kepatuhan hukum, tetapi juga komitmen moral dan ekonomi untuk melindungi konsumen serta meningkatkan daya saing industri nasional,” tegas Prof. Setiyo.

Sementara itu, Dr. Mohd Hafidz Mahamad Maifiah dari IIUM membagikan pengalaman Malaysia dalam membangun ekosistem halal yang komprehensif. Ia memaparkan perjalanan Malaysia melalui Halal Industry Master Plan (HIMP) 2030 dan National Industrial Master Plan (NIMP) 2030, yang menjadikan Malaysia sebagai salah satu global halal hub terkemuka di dunia.

“Keberhasilan Malaysia didorong oleh kebijakan terpadu, dukungan kuat pemerintah, serta penguatan riset dan standardisasi halal yang berkelanjutan,” ujarnya.

Webinar yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom ini diikuti oleh 63 peserta dari Indonesia dan Malaysia, terdiri dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi industri halal. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran dan semangat kolaborasi lintas negara untuk membangun ekosistem halal global yang inklusif dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, ITS dan IIUM menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi, dan kebijakan halal internasional menuju terwujudnya Halal Without Borders — sebuah visi bersama dalam membangun masa depan halal yang aman, berkelanjutan, dan tanpa batas.

Latest News

  • Validasi Data Anugerah Adinata Syariah Pemprov Jawa Timur, Tim KNEKS Kunjungi OPOP Centre dan Zona KHAS Kantin Pusat ITS

    Surabaya, 20 Mei 2026 — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan Tim Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah

    20 Mei 2026
  • Discover to Deliver: Siswa SD Khadijah Wonorejo Ciptakan Solusi Hunian Cerdas dengan Kesadaran Gaya Hidup Halal

    — SD Khadijah Wonorejo Surabaya menyelenggarakan puncak kegiatan D2D “Discover to Deliver” Exhibition Day Tahun

    13 Mei 2026
  • UBT Perkuat Kapasitas Kelembagaan Halal melalui Sharing Session bersama Pusat Studi Halal ITS

    — Universitas Borneo Tarakan melalui UPA Kawasan Sains dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk “Sharing

    07 Mei 2026