
Kampus ITS, ITS News — Pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat perlu didukung oleh kemampuan penyampaian informasi yang tepat dan mudah dipahami. Menyikapi hal tersebut, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Training of Trainers (ToT) sebagai upaya meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk menjadi edukator yang kompeten.
Penanggung jawab kegiatan dr Ivor Wiguno Hartanto Wilopo SpB FINACS menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan kognitif dan keterampilan psikomotorik yang dibutuhkan dalam memberikan edukasi kesehatan. Menurutnya, bekal tersebut dapat mendukung mahasiswa dalam menyampaikan informasi secara lebih efektif kepada masyarakat awam.

Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Dokter ITS itu menyebut, terdapat dua materi yang diberikan kepada sepuluh mahasiswa yang terlibat, yaitu resusitasi jantung paru dan tata laksana kedaruratan bedah pada kondisi bencana. Pada materi pertama, mahasiswa dibekali keterampilan melakukan pijat jantung, menangani korban tersedak, serta memberikan napas buatan. “Tindakan tersebut bentuk pertolongan pertama pada kondisi darurat,” ungkapnya.
Sementara itu, pada materi kedua, mahasiswa mempelajari tata cara menangani perdarahan, luka tusuk, pembidaian, serta penjahitan luka. Materi ini diberikan melalui praktik langsung untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai langkah penanganan pada kondisi darurat. “Diharapkan nantinya mereka bisa memberikan edukasi dan demonstrasi kepada masyarakat dengan tepat,” jelas Ivor.
Menurut dokter spesialis bedah umum tersebut, pemberian materi itu tidak terlepas dari kondisi geografis tempat pengabdian masyarakat dilaksanakan. Desa Padusan yang berlokasi di lereng Gunung Welirang dikenal sebagai kawasan wisata alam dan pemandian air panas belerang. Karakteristik lingkungan dan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut membuat pengetahuan mengenai pertolongan pertama penting untuk dipahami oleh masyarakat setempat.

Ivor turut mengungkapkan bahwa materi yang diberikan juga relevan dengan berbagai kondisi yang dapat ditemui warga dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat sekitar memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama. “Misalnya, apabila terjadi banjir atau jatuh, masyarakat dapat mengetahui cara penanganan atau pertolongan pertama pada masalah kesehatan yang terjadi,” bebernya.
Menutup penjelasannya, Ivor berharap kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih pengetahuan kepada masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan sehari-hari maupun ketika bencana. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 terkait kehidupan sehat dan sejahtera. “Hal ini juga diharapkan membantu menyiapkan mahasiswa ke depan untuk menjadi dokter yang baik,” tutupnya. (*)
Reporter: Bella Ramadhani
Redaktur: Andra Eka Wijayanti