Berita

Prof Raoul Bunschoten, pakar pembangunan berkelanjutan dari TU Berlin saat menyampaikan gagasan Conscious City Kampus ITS, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengambil peran dalam pembangunan kota dan pengembangan peradaban. Kali ini, melalui Seminar Internasional bertajuk Conscious City: Sustainable and Equitable City -Making, ITS bekerjasama dengan Technische Universität (TU) Berlin membahas konsep […]

Berita Terbaru
Sebagai salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Indonesia, ITS terus berbenah dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Salah satunya adalah dengan mengikuti akreditasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) yang akan berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (10/2). Tak hanya membutuhkan tenaga yang banyak, kegiatan ini ternyata menguras anggaran hingga ratusan juta rupiah.
Setelah pada 2007 silam, Unit Manajemen Aset ITS meraih sertifikat ISO 9001:2008 berkat upayanya dalam pengaturan manajerial serta pengelolaan, maka di awal tahun 2015 ini sertifikat dengan masa berlaku tiga tahun tersebut kembali berhasil dipertahankan.
Setelah sukses dengan gelaran Community and Technological Camp (CommTECH) 2014, ITS International Office (IO) kembali menggelar kegiatan yang sama dengan sedikit modifikasi. Ialah CommTECH Camp Insight 2015 kegiatan yang dimaksud.
Sebanyak 102 mahasiswa dari semua jenjang pendidikan yang ada di ITS terancam cuti kuliah. Hal itu disebabkan keterlambatan pembayaran biaya Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang telah jatuh tempo pada Jumat (30/1) yang lalu.
''Jangan makan makanan itu, mengandung bahan Kimia.'' Pernyataan tersebut seringkali kita jumpai di masyarakat. Persepsi masyarakat awam masih menganggap bahwa segala hal yang berbau Kimia itu berbahaya. Padahal,sejatinya tidak. Kondisi itu lah yang dipotret mahasiswa Jurusan Kimia ITS. Untuk mengakrabkan masyarakat dengan kimia, mereka pun menyelenggraan open house Chemistry Week, Minggu (1/2).
Bagi para mahasiswa  yang notabene tidak suka membaca , membaca beberapa halaman buku tidaklah masalah. Namun, jika empat sampai lima buku, mereka pasti bosan, lantas buku tersebut pun akhirnya tidak tersentuh. Bahkan, buku tersebut bisa dibuat tidur. Hasil survei membuktikan minat baca warga dari 42 negara di dunia menunjukkan bahwa Indonesia menduduki posisi ke-39. Ini memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia kurang sadar akan pentingnya membaca.
1...11351136113711381139...2574
Sedang Tren

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Insights

Jelajahi perjalanan riset ITS: dari ide awal hingga dampak nyata yang mengubah dunia.

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Video Terbaru
×