Lewat KKN Tematik, Mahasiswa ITS Bantu Perkuat Literasi Masyarakat Desa

Published on
By
Kegiatan permainan interaktif yang diajarkan tim mahasiswa KKN Tematik Literasi ITS bersama siswa-siswi di salah satu SD Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk

Nganjuk, ITS News — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan berbagai program literasi untuk masyarakat Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi sekolah, hingga pengembangan perpustakaan Desa Malangsari – Tunas Harapan, mahasiswa ITS berupaya membangun budaya literasi yang dapat diakses seluruh kalangan usia.

Program KKN Tematik Literasi ini terbagi menjadi dua kloter dengan pelaksanaan yang berlangsung selama 40 hari. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak dan remaja, namun juga menyasar pada orang dewasa dan masyarakat umum guna menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan di desa tersebut.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN ITS Dr Sri Yani Purwaningsih MSi menjelaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam pengembangan kualitas masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pemahaman di atas pemberian akses pada bahan bacaan yang bermanfaat dan mendidik. “Sebab literasi tidak hanya membaca, tetapi juga kemampuan memahami dan mengaplikasikan informasi dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Mahasiswa KKN Tematik Literasi ITS laksanakan program kerja literasi bersama siswa MI Fattakhuk Irsyad Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk melalui kegiatan menonton dan merangkum video fabel

Sejalan dengan pokok tujuan dari program tersebut. tim mahasiswa dari kloter pertama yang terdiri dari Budi Aditya Hartanto, Fara Uthari, Kintan Azzahra, Aliya Larasati, dan Alysha Bella sepakat akan membangun budaya literasi dengan metode yang menarik. Budi Aditya Hartanto dan kawan-kawan melangsungkan sosialisasi literasi yang dimulai di SMPN 2 Tanjunganom pada 11-12 Juli 2025 lalu.

Dengan sasaran pada siswa baru yang tengah menjalani masa orientasi sekolah, Budi dan timnya mengemas materi tentang membaca, menulis, dan berpikir kritis secara menarik. Dengan demikian, edukasi yang disampaikan dapat mudah dipahami oleh siswa yang masih menjalani masa transisi itu.

Apresiasi mendalam disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Endang Mariati SPd terhadap kegiatan edukatif yang dilakukan oleh para mahasiswa ITS ini. Menurutnya, aksi sosialisasi tersebut membangun suasana baru pada kegiatan orientasi. “Anak-anak mendapatkan bekal literasi sejak dini dengan metode yang menyenangkan, sehingga tidak jenuh selama orientasi,” ungkapnya.

Tak cukup sampai di situ. Sosialisasi berlanjut di SDN Malangsari dan MI Fattahul Irsyad yang berlangsung pada 16 dan 18 Juli 2025. Mahasiswa KKN ITS tersebut turut melakukan penyesuaian metode pengajaran dengan usia peserta. Tim pada kloter pertama itu merangkai kegiatan edukasi yang menarik antusiasme siswa, mulai dari tebak gambar, sambung kata, hingga dongeng interaktif.

Seperti yang telah disampaikan oleh DPL KKN ITS, kelompok ini turut mengenalkan Perpustakaan Desa Malangsari – Tunas Harapan sebagai pusat belajar masyarakat. Perpustakaan diperkenalkan bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang aktivitas edukatif bagi warga.

Sosialisasi yang dilakukan tim KKN Tematik Literasi ITS ke warga di Dusun Mranggo, Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk

Lebih lanjut, Shavira Alya Rahma, Lovely Gwyneth Giselle Mait, Khoirunnisa Laila Setiawati, Syifaul Azka Ramadhani, dan Nayottama Surya Setyawibawa ynag tergabung dalam kloter kedua melanjutkan program pengembangan perpustakaan desa. Berlangsung selama 20 hari, tim mahasiswa melakukan inventarisasi dan penataan ulang koleksi buku, bimbingan belajar malam, serta senam pagi bersama siswa TK Pertiwi dan SDN 2 Malangsari.

Shavira dan tim pun mengadakan edukasi bertajuk Gadget Aman, Literasi Jalan: Dampingi Anak di Era Digital di beberapa dusun pada akhir Juli 2025. Sosialisasi tersebut ditujukan untuk para orang tua dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengawasi penggunaan gawai pintar pada anak. “Karena peran penting orang tua sangat diperlukan untuk penggunaan gawai yang sehat dan aman pada anak serta membangun kebiasaan membaca di rumah meski dengan gawai,” ujar Lovely Gwyneth Giselle Mait, salah satu anggota kelompok 2.

Tak hanya itu, kelompok KKN ini turut menggelar Lomba Gelora Literasi Malangsari 2025 dalam rangka memberikan ruang untuk pengembangan minat dan bakat siswa SMPN 2 Tanjunganom pada 6 Agustus 2025. Kompetisi meliputi lomba membaca nyaring, berpuisi, dan mendongeng bagi siswa kelas 7.

Kegiatan lomba gelora literasi di SMPN 2 Tanjunganom, Nganjuk yang digelar tim KKN Tematik Literasi ITS

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapati belum tersosialisasikannya keberadaan Perpustakaan Desa Malang Sari di masyarakat. Untuk itu, mahasiswa menyerahkan papan penanda perpustakaan sebagai simbolis kepada pemerintah desa. Hal itu menjadi solusi agar masyarakat dapat mengenali keberadaan perpustakaan di desanya.

Kepala Perpustakaan Desa Malangsari Koirul Nisak mengapresiasi kontribusi mahasiswa ITS dalam pengembangan perpustakaan desa. Menurutnya, kolaborasi tersebut membantu meningkatkan minat masyarakat terhadap kegiatan literasi.

Melalui seluruh rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN ITS berharap perpustakaan desa dapat terus berkembang menjadi pusat literasi yang aktif dan berkelanjutan. Dengan dukungan sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih gemar membaca, kreatif, dan berdaya saing.

Kegiatan KKN Tematik Literasi ITS ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya adalah SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi masyarakat, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui penguatan fasilitas publik berbasis pendidikan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat. (*)

×