
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi lewat Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS. Pemaparan hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap Angkutan Lebaran (angleb) 2026 tersebut bekerja sama dengan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Kamis (2/4).
Membuka penyampaian hasil survei, Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha ITS Tri Joko Wahyu ST MT PhD mengungkapkan bahwa penelitian yang telah dilakukan ITS tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pada layanan angleb 2026. Sebagai pihak akademisi, ITS berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong adanya perbaikan di bidang layanan transportasi pada tahun mendatang. “ITS terus bersinergi mendukung kebijakan transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pemaparan hasil surveinya, pakar transportasi ITS yang terlibat dalam penelitian Prof Ir Hera Widyastuti MT PhD menyampaikan bahwa survei ini dilakukan di 26 provinsi di Indonesia. Data yang diambil dari 5.105 responden tersebut menunjukkan hasil IKM layanan angleb 2026 yang baik dengan nilai 82,15. Hasil tersebut meningkat 3,45 poin dari tahun 2025. “IKM layanan angleb 2026 tertinggi ada pada moda kereta api dengan kategori sangat baik sebesar 94,30,” papar Guru Besar Departemen Teknik Sipil ITS tersebut.
Lebih lanjut, menurut Hera, hasil survei yang disampaikan ini tetap mengutamakan aspek evaluasi bagi pemerintah. Pada hasil penelitian tersebut, moda Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) memiliki nilai IKM terendah dengan kategori baik sebesar 77,48. Menurut aspek layanan, nilai IKM tertinggi ada pada prasarana sebesar 83,31 dan terendah pada manajemen transportasi sebesar 80,93. Meskipun begitu, kedua aspek tersebut masih termasuk kategori baik.
Selain itu, moda kereta api dengan nilai IKM tertinggi tetap perlu mempertahankan indikator aspek penilaian IKM. Beberapa hal yang perlu dipertahankan adalah keamanan di kereta selama perjalanan, ketepatan waktu, dan fasilitas keselamatan.

Akan tetapi, kemudahan memperoleh tiket kereta api saat lebaran menjadi indikator yang perlu mendapat perhatian dari pihak pembuat kebijakan. Salah satu keluhan dari pengguna moda tersebut yang dapat dijadikan evaluasi adalah terbatasnya tiket saat lebaran.
Pada sesi diskusi, Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI Rudi Irawan SSiT MT menyampaikan bahwa terjadi peningkatan penumpang angkutan umum dengan rata-rata 10,87 persen. Hal tersebut menjadi catatan bagi pemerintah untuk penyiapan fasilitas yang lebih matang ketika terjadi lonjakan penumpang angleb di tahun depan. “Survei ini juga dapat meminimalisir keluhan dari masyarakat di tahun depan,” ungkapnya lewat platform daring.
Publikasi hasil survei ini membantu ITS dalam mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya poin 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Penanggap berharap, penelitian ini tidak hanya menjadi sebatas publikasi, akan tetapi dapat dijadikan landasan pembenahan transportasi umum bagi pemerintah pusat dan daerah. (HUMAS ITS)
Reporter: Ahmad Husein Al Qomary