
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus melangkah lebih maju berikan perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional. Terima kunjungan audiensi dari Dewan Pertahanan Nasional (DPN), ITS mendemonstrasikan berbagai hasil riset unggulan yang siap mendukung sistem pertahanan dan kemandirian energi bangsa, Rabu (29/4).
Dalam audiensi tersebut, DPN menekankan peran strategisnya dalam merancang rekomendasi kebijakan yang mencakup kedaulatan negara, keutuhan wilayah, hingga keselamatan bangsa. Melalui tinjauan langsung terhadap berbagai hasil riset unggulan ITS, DPN berupaya menyelaraskan inovasi teknologi dengan kebutuhan strategis nasional.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Muhamad Hatta ST MSi PhD menyampaikan, kunjungan ini menjadi jembatan penting untuk menyelaraskan hasil riset akademisi dengan kebutuhan strategis nasional. “Khususnya inovasi riset ITS terkait bidang ketahanan energi dan teknologi pertahanan,” ungkapnya.

Melalui kesempatan emas ini, ITS pamerkan berbagai inovasi unggulannya di bidang ketahanan energi dan teknologi pertahanan. Mulai dari Biofuel dengan RON tinggi dari limbah plastik dan biomassa. Selain itu, terdapat inovasi berupa Integrasi Drone Multi Sensor yang mampu membantu optimasi proses penyerbukan kelapa sawit sehingga dapat meningkatkan produksi bahan baku energi hijau.
Tidak ketinggalan, inovasi Bensin Sawit (Benwit) juga tak luput dipamerkan. Ketua tim peneliti Benwit Prof Dr Eng Ir Hosta Ardhyananta ST MSc memaparkan bahwa Benwit ini adalah hasil olahan dari minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO). CPO tersebut berhasil diubah menjadi bahan bakar minyak aditif melalui proses catalytic cracking dan pirolisis dengan suhu 320 hingga 360 derajat celsius.
Benwit hasil riset dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS ini hadir dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia. Bahan bakar ini menjadi solusi konkret untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil saat ini. “Benwit ini dapat dicampurkan dengan bensin konvensional, mulai dari sepuluh hingga 70 persen pencampuran,” terang Hosta.

Melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS turut memamerkan inovasi riset di bidang pertahanan. Berbagai inovasi hasil riset ini mendukung kemandirian alat utama sistem persenjataan (Alutsista). Mulai dari AUTOMORS yang merupakan sistem otomatisasi kode morse untuk komunikasi rahasia, Vector FRN, hingga rompi anti peluru Armor ITS (ARMITS) berbahan Polymer Matrix Composite.
Sejalan dengan hal tersebut, audiensi antara para pakar dan pemerintahan menjadi langkah ITS dalam perkuat kolaborasi dan dukungan riset mandiri yang berkelanjutan. Hatta menekankan pentingnya hilirisasi riset yang berdampak untuk masyarakat bangsa. “Dengan adanya sinergi berbagai riset di bidang energi dan pertahanan ini, semoga semakin relevan dengan tujuan pembangunan bangsa,” tutupnya.
Audiensi kedua belah pihak selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi ini memastikan bahwa investasi dalam sains dan teknologi selaras dengan prioritas pembangunan nasional untuk mencapai kedaulatan dan kesejahteraan bangsa. (*)
Reporter: Syifa Rahmadina
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-Shidieq