News

Singapore, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) has strengthened its global standing through a series of strategic engagements in Singapore and Batam, uniting alumni, industry leaders, and international partners to advance its 2021–2045 World Class University vision and foster impactful collaborations in innovation, talent development, and global competitiveness In pursuit of its 2021–2045 […]

Latest News
Mimpi dua mahasiswa Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jafni Zul Fahmi dan Fikri Rajal Izza begitu besar. Melihat berbagai potensi yang dimiliki Indonesia, Jafni meyakini, adalah bukan hal yang tidak mungkin bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Hanya butuh dorongan dari berbagai pihak, khususnya masyarakat untuk terus mendukung setiap langkahnya.
Kecintaannya pada sumber daya alam Indonesia membuat salah satu dosen ITS terus mengeksplorasi penelitian di bidang material bahan alam. Adalah Prof Dr Darminto, dosen Jurusan Fisika ITS yang berhasil mencuri hati International Association of Advanced Materials (IAAM), Agustus (25/8) lalu. Bahkan, dirinya juga ditunjuk sebagai Komite Eksekutif Asia-Oceania Neutron Scattering Association (AONSA) mewakili Indonesia.
Menjadi salah satu anggota cendekiawan bergengsi di Indonesia, ITS patut berbangga. Sebut saja Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), yaitu suatu lembaga mandiri yang menghimpun para cendekiawan terkemuka Indonesia. Lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1990 tersebut telah memasukkan 54 cendekiawan Indonesia, salah satunya seorang dosen Jurusan Teknik Perkapalan, Prof Ir I Ketut Aria Pria Utama MSc PhD CEng FRINA.
Pekatnya aroma teknik disegala penjuru kampus perjuangan ternyata tidak mampu menyurutkan semangat mahasiswanya untuk menghafalkan Al-Qur'an. Adalah Rizki Mendung Ariefianto, mahasiswa yang mampu mengkhatamkan firman Allah SWT  ditengah padatnya aktifitas kuliah. Tak hanya pandai menghafal Al-Qur'an, segudang prestasi dalam bidang keilmiahan dan organisasi pun turut Mendung kantongi selama tiga tahun masa studinya.
Siapa sangka bermula dari sebuah diskusi ringan akhirnya terciptalah alat yang mampu membantu para penyandang disabilitas. Adalah Rahmat Bambang Wahyuari, Edy Hamid Saifullah, dan Nida Amalia, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang menggagas sebuah aplikasi bernama ReadMe. ReadMe merupakan aplikasi hardware berupa konsep iqro braile yang dirancang secara digital untuk membantu penyandang tunanetra berlatih membaca Al-Quran.
1...3940414243...226
Trending

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Latest Videos
×