Berita

Kampus ITS, ITS News — Dunia seni pewayangan selama ini identik sebagai warisan budaya tradisional Indonesia, terutama bagi masyarakat Jawa. Namun, hal itu tak menghalangi minat salah satu mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Christopher Jason Santoso yang berdarah keturunan Tionghoa untuk menekuni dunia pewayangan ini sebagai seorang dalang. Bahkan di luar panggungnya sebagai dalang, […]

Berita Terbaru
Menuangkan ide yang solutif dan kemudian mendapat penghargaan tampaknya memang pantas disematkan pada tiga orang mahasiswa ITS ini. Adalah Muhammad Redy, Jihad Septiawan, dan Rendy Aries Fajrin yang tergabung dalam tim Eclips. Ketiganya berhasil menyusun konsep pengembangan bisnis untuk diaplikasikan pada permasalahan UKM Handycraft di Kota Surabaya.
Jago teknik menggambar tidak hanya dimiliki oleh sosok mahasiswa asal Tulungagung ini, tetapi ia juga lihai dalam mengolah huruf arab menjadi sebuah lukisan kaligrafi yang elok dipandang. Salah satu karya terakhirnya, yakni kaligrafi Surat Al-Alaq ayat tiga sampai empat menjadi karya yang ke sekian kalinya mendapat penghargaan. Tak tanggung-tanggung, predikat juara dua lomba kaligrafi tingkat Jawa Timur berhasil diperolehnya dalam event yang diadakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Rabu (26/11).
Jasanya mengajar di lingkungan ITS sudah tidak diragukan lagi. Bermacam-macam penghargaan dari ilmu yang ia tekuni selama berpuluh-puluh tahun patut diacungi jempol. Sebut saja dua penghargaan yang baru-baru ini ia terima. Yakni Adiupaya Puritama yang berasal dari Menteri Perumahan Rakyat RI dan juga Penggiat Permukiman berkelanjutan kategori Berkarya Seumur Hidup dari Menteri Pekerjaan Umum.
ITS kembali melahirkan mahasiswa berjiwa technopreneurship. Mereka adalah Asfarur Ridlwan, Riskiya Rahmawati dan Dicky Damara. Mereka bertiga berhasil membuat sepatu multifungsi yang aman digunakan saat hujan sekalipun. Tak ayal jika mereka mampu meraih gelar juara dua dalam ajang Management Smart Competition (MSC) yang dihelat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (8/11) yang lalu.
Tak mudah memang membuat suatu alternatif baru untuk bahan bakar, utamanya yang ramah lingkungan. Namun, masalah ini akhirnya terjawab oleh Sukron Nursalim, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ITS. Ia dan timnya berhasil membuat alternatif bahan bakar untuk perahu nelayan dengan memanfaatkan buah bakau. Tak ayal, mereka pun berhasil meraih juara dua dalam Marine Innovation Technology Competition (MITC) 2014. 

1...6970717273...226
Sedang Tren

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Insights

Jelajahi perjalanan riset ITS: dari ide awal hingga dampak nyata yang mengubah dunia.

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Video Terbaru
×