News

Singapore, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) has strengthened its global standing through a series of strategic engagements in Singapore and Batam, uniting alumni, industry leaders, and international partners to advance its 2021–2045 World Class University vision and foster impactful collaborations in innovation, talent development, and global competitiveness In pursuit of its 2021–2045 […]

Latest News
Kerja keras dan pantang menyerah adalah kunci kesuksesan. Itulah prinsip yang dianut oleh Pratama Notariza, Ade Wira Arianti, dan Syamsul Bachri Usman, tiga mahasiswa ITS yang berasal dari Kepulauan Riau. Kampung halaman nun jauh di sana tidak menghalangi semangat mereka dalam berkarya. Kultur budaya yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi mereka dalam menjalani hari-harinya
Berawal dari rasa prihatinnya melihat penderitaan manula, Aiko Rakhmaniar berhasil menciptakan kursi roda khusus manula. Kursi roda buatan mahasiswi Teknik Industri ITS ini sepintas tak banyak berbeda dengan kursi roda pada umumnya. Namun dibandingkan kursi roda lainnya, kursi berbantalan jok kulit coklat ini memiliki lubang di tengahnya. ”Lubang ini langsung nyambung ke pispot,” terang Aiko tentang karya tugas akhirnya ini.
Berkat pengalaman Kerja praktek selama sebulan di PLTU Paiton, Ahmad Hisam terinspirasi untuk merancang sebuah alat dalam tugas akhirnya. Alat tersebut adalah pendeteksi tingkat kebisingan bunyi sebagai sistem peringatan terhadap bahaya kebisingan dengan menggunakan mikrokontroler sebagai media pengolah data. Hisam pun berharap dengan adanya alat ini, kesehatan telinga pun tak lagi diabaikan lagi para pekerja indutri besar, sehingga dapat meminimal kerusakan gendang telinga.
Fathi F Rabbani, Wioko Yudhantara, dan Pradnya Rahmani S merupakan tiga mahasiswa perantauan dari Tanah Betawi, DKI Jakarta dan sekitarnya. Ketiganya sama-sama memutuskan untuk memilih Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk menempuh gelar starata satu. Berbagai kisah menarik mewarnai aktivitasnya ketiganya di kampus perjuangan.
Herdyan Aswin, Denny Alfiantino Ibni, dan Sari Satriani, adalah tiga mahasiwa dari jurusan dan angkatan yang berbeda. Benang merah dari ketiganya adalah sama-sama merupakan mahasiswa ITS perantauan asal Bontang, sebuah kota kecil di bagian timur Kalimantan. Berikut mereka berbagi cerita seputar studi mereka di kampus perjuangan ini.
1...142143144145146...226
Trending

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Latest Videos
×