News

Singapore, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) has strengthened its global standing through a series of strategic engagements in Singapore and Batam, uniting alumni, industry leaders, and international partners to advance its 2021–2045 World Class University vision and foster impactful collaborations in innovation, talent development, and global competitiveness In pursuit of its 2021–2045 […]

Latest News
Memang rasanya bangga bila melihat ITS, institusi pendidikan tempat kita bernaung untuk menuntut ilmu memperoleh reputasi internasional. Minggu (9/9), ITS International Office, membawa misi tersebut melalui studi komparatif di tiga perguruan tinggi negeri di negeri Thailand. ITS pun mengundang sejummlah delegasi dari berbagai jurusan di ITS, sebagai kepanjangan tangan internasionalisasi kampus di berbagai jurusan, termasuk saya salah satunya.
Masih teringat dengan jelas euforia tahun lalu ketika ITS meloloskan 41 tim PKM dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXV Jogjakarta. Kala itu, seluruh elemen kampus begitu optimis bahwa trofi tertinggi kompetisi keilmiahan nasional bakal mendarat di Kota Pahlawan. Keberadaan ITS sebagai perguruan tinggi dengan penyumbang kontingen terbanyak adalah salah satu penyebabnya.
Siang itu, pukul satu, saya kuliah Pengantar Kosmologi. Rumus rumit semakin membuat beberapa mahasiswa terkantuk- kantuk saat 'jam goblok' ini. Bapak dosen yang mengetahui kondisi itu, berhenti mengajar sebentar dan bercerita tentang mimpinya sejak kecil. Lalu beliau mempersuasi kami untuk mewujudkan mimpi yang kami miliki. Beliau menanyai kami; ada yang ingin jadi pengusaha, guru, pendiri pondok pesantren, dan sebagainya. Ada juga yang belum punya mimpi.
Seorang pejabat Jepang pernah menggelitik telinga saya ketika ia mengatakan ingin memiliki Negara Kesatuan Republik Indoenesia (NKRI) dengan hanya menukarkan wilayah Jepang dengan Indonesia. Kata-katanya cukup menohok ketika ditanya salah seorang wartawan. ''Jika ingin bertukar daerah, negara mana yang ingin anda pilih?'' tanyanya. ''Indonesia,'' jawab jawab pejabat itu dengan bangga.
Di ruang tunggu tersebut, beberapa orang tampak mengantri ingin mengadukan perkaranya pada khalifah saat itu, Umar bin Khattab ra. Tibalah giliran salah seorang dari mereka, seorang pemilik kebun. Ia mengadu kepada Umar, bahwa untanya telah dicuri oleh beberapa pemuda yang menjadi pegawainya.
1...9596979899...211
Trending

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Latest Videos
×