News

Singapore, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) has strengthened its global standing through a series of strategic engagements in Singapore and Batam, uniting alumni, industry leaders, and international partners to advance its 2021–2045 World Class University vision and foster impactful collaborations in innovation, talent development, and global competitiveness In pursuit of its 2021–2045 […]

Latest News
Ketika membuka situs ITS Online Jum’at lalu, saya terkejut membaca running text yang menyebutkan belasungkawa Rektor ITS atas meninggalnya Yahya Hasyim, Salah seorang pendiri kampus tercinta. Sejenak saya diliputi kesedihan yang mendalam. Hujan mengguyur hanya menambah aura duka yang masih menyelimuti.
Tunggu sejenak dulu. Saya tidak sedang berbicara tentang jembatan Suramadu, atau jembatan lain di manapun. Jembatan yang saya maksud lebih dekat, namun bisa menjangkau jarak lebih jauh dari yang dicapai Weihe Grand Bridge di Cina. Juga berpotensi jauh lebih kokoh, bila dibangun dengan baik. Saya sedang berbicara tentang jembatan yang dibangun oleh saya, rekan mahasiswa, dosen maupun pejabat di kampus.
Apa bedanya orang desa dengan orang kota? Soal lingkungan, lebih ramah lingkungan. Soal pakaian, jauh lebih sopan dari pada orang kota. Soal kehidupan bermasyarakat, lebih toleran, lebih gotong royong dan tidak individualis seperti orang kota. Soal kelakukan, lebih bisa menjaga kehormatan. Soal makanan, lebih bergizi dari pada junk food-nya orang kota. Soal pendidikan, banyak mahasiswa ITS adalah orang desa. Percaya?
Membawa harum nama ITS terlebih lagi sampai membawa harum nama Indonesia ke mata dunia memang mahal harganya, mahal juga dalam artian harfiah. Butuh biaya tak sedikit, apalagi jika ada embel-embel luar negeri. Sayang, perjuangan eksistensi di belakang panggung lebih sering luput dari pandangan. Padahal kalau nanti perjuangan itu berbuah prestasi, banyak juga yang kecipratan.
Jika kita menelaah secara empiris fenomena remaja di Indonesia, kita akan menjumpai berbagai problem yang berlatar edukasi dan kontradiksi terhadap kehidupan remaja. Salah satu contoh ialah booming-nya rokok, narkoba, free-sex bahkan telah mencuat kasus grey chicken di beberapa SMA Surabaya. Sepintas kita akan men-justice masalah output atau lulusan yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diharapkan yaitu menghasilkan standar lulusan yang berkualitas dalam baik dalam skala intelektual, kepribadian dan kehidupan (life).

1...141142143144145...211
Trending

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Latest Videos
×