News

Singapore, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) has strengthened its global standing through a series of strategic engagements in Singapore and Batam, uniting alumni, industry leaders, and international partners to advance its 2021–2045 World Class University vision and foster impactful collaborations in innovation, talent development, and global competitiveness In pursuit of its 2021–2045 […]

Latest News
''Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar,''(QS. Ar-ruum: 41). Kutipan ayat di atas memberikan gambaran yang gamblang mengenai kerusakan alam. Bencana yang silih berganti memberikan landscape balik apa yang telah dilakukan manusia terhadap bumi. Mungkin bumi telah begitu lelah dalam meladeni manusia atau bahkan telah muak dengan jejalan sampah-sampah.
Realisasi AEC 2015 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran mahasiswa juga sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia. Lewat internasionalisasi kampus, mahasiswa ITS diharapkan sadar akan pentingnya mengenal dunia luar.
Sebagai institut yang mencanangkan program Eco-Campus, layaknya  ITS memikirkan soal kendaraan bermotor yang banyak beredar di lingkungan kampus. Keberadaan kendaraan bermotor menimbulkan polusi yang akan memperburuk kondisi lingkungan kita. Hal tersebut agaknya mengurangi representasi ITS sebagai Eco-Campus. Bagaimana solusinya?
Masih teringat dibenak saya kala itu saya melihat acara di stasiun televisi. Di mana acara tersebut menampilkan beberapa tokoh yang cukup memberikan kontribusi bagi lingkungan yang ada disekitarnya. Bahkan kalau tidak salah dalam acara tersebut hadir dua Gubernur yang terkenal dikalangan rakyatnya. Tidak heran jika acara ini praktis membuat para penontonnya terpukau dan bahkan membuat salah satu penontonnya menangis saking senangnya saat melihat sang Gubernur. 
Dulu, anak-anak kecil, ketika menjelang tidur sering diperdengarkan lantunan lagu Nina Bobo oleh ibundanya. Tetapi tidak bagi saya, karena bunda saya tak pernah melantunkannya. Beliau hanya melantunkan lagu Ambilkan Bulan, Bu. Katanya, agar saya berani bermimpi tinggi, memeluk bulan. ''Benarkah begitu?,'' tanya teman saya. Ah, mana saya ingat! Lha wong saat itu saya masih bayi. Tapi karena bunda saya yang cerita, maka jawab saya,''Iya''.
1...9192939495...211
Trending

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Latest Videos
×