News

Singapore, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) has strengthened its global standing through a series of strategic engagements in Singapore and Batam, uniting alumni, industry leaders, and international partners to advance its 2021–2045 World Class University vision and foster impactful collaborations in innovation, talent development, and global competitiveness In pursuit of its 2021–2045 […]

Latest News
Kota kecil di perbatasan Magetan-Madiun ini mungkin akan menyisakan kenangan dalam kepala saya selamanya. Kenangan tentang para pengamen yang mendendangkan lagu tentang kebebasan dan kemerdekaan. Menjadi petanda bahwa ideologi bukanlah sebuah kamar yang tertutup, karena media telah menjlentrehkannya.
"Gak ono sing ngiro". Tidak ada yang mengira, jika sehabis dihajar habis-habisan oleh bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki tanggal 6 dan 9 agustus 1945, Jepang bisa bangun kembali dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya dalam tempo yang relatif singkat. Keberhasilan ini, selain didorong oleh watak kerja keras, pantang menyerah, gigih dalam berusaha juga dipengaruhi oleh penguasaan teknologi tinggi (high technology) hasil kebijakan Restorasi Meiji yang sudah digulirkan sejak tahun 1868 silam.
Kehidupan manusia memang tidak pernah benar-benar bersih. Selalu saja ada sampah. Selalu saja ada limbah. Buangan-buangan ini merupakan konsekuensi positif akibat keserakahan manusia. Akhirnya, buangan-buangan ini menumpuk, menimpa. Seakan sadar akan pentingnya untuk memberitakan eksistensi mereka.
Malam Minggu (27/5) kemarin adalah malam minggu yang gelap bagi saudara-saudara kita di Yogyakarta. Sekedar membayangkan, mungkin pada malam tersebut, suara-suara keceriaan berganti dengan kesenyapan. Malam-malam yang biasanya penuh gemerlap indahnya cahaya kota, berganti dengan suara rintihan, tangis, serta keluh kesah orang-orang yang kehilangan saudaranya. Semuanya berlangsung dalam kegelapan malam. Gelapnya kota Jogja, mungkin akan menjadi penerang bagi hati-hati manusia yang dapat mengambil hikmah di baik musibah tersebut. Suara tangis saudara kita disana, mungkin akan menjadi obat bagi tulinya telinga kita akan perintah Allah SWT.
Manusia, selain akal, dianugerahi oleh Tuhan sebuah nafsu yang luar biasa yaitu perasaan untuk selalu tampil sempurna. Tampil mempesona, tanpa cacat. Ya, borok selalu saja menakutkan, seperti sebuah nista yang tak termaafkan, borok, sedapat mungkin harus tertutup dengan rapat-rapi. Seperti tampak tak terjadi apa-apa.
1...188189190191192...211
Trending

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Latest Videos
×