
Ponorogo, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses memanen jagung varietas MTE 09 hasil kolaborasi bersama perusahaan riset swasta PT CorresCo di Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (27/8). Pengembangan varietas jagung ini turut memantapkan peran ITS dalam mendukung upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian nasional oleh pemerintah Republik Indonesia.
Peneliti MTE 09 Mukhammad Muryono SSi MSi PhD menjelaskan bahwa jagung menjadi salah satu komoditas unggulan dengan pangsa pasar yang luas di Jawa Timur. Produksi jagung di provinsi ini juga didukung dengan potensi lahan pertanian yang besar, salah satunya di wilayah Kabupaten Ponorogo. “Melihat peluang tersebut, ITS hadir dengan menyediakan benih varietas jagung unggulan bagi petani lokal,” tuturnya.

Laki-laki yang akrab disapa Muryono itu membeberkan bahwa budidaya jagung MTE 09 dilakukan di lahan seluas satu hektar milik PT Ponorogo Agro Mandiri. Hasilnya, panen raya perdana ini berhasil mencatatkan produksi sebesar sepuluh ton jagung. “Hasil panen jagung dengan nama pasar Reog 126 ini dimanfaatkan sebagai pakan ternak sekaligus diolah kembali menjadi benih baru,” ungkapnya.
Dosen Departemen Biologi ITS tersebut memaparkan, jagung MTE 09 memiliki struktur batang yang kokoh dengan dua tongkol buah per pohon. Selain itu, profil genetik varietas ini terbukti sangat tangguh menghadapi penyakit bulai, busuk batang, dan busuk tongkol. Dengan karakteristik unggulan tersebut, produksi jagung dapat mencapai jumlah dan kualitas yang maksimal.

Turut hadir dalam panen raya, Direktur Utama PT Ponorogo Agro Mandiri Manto Setiawan menyambut positif kolaborasi strategis yang telah terjalin. Sebagai produsen REOG 126, ia berharap varietas tersebut dapat membantu petani lokal meningkatkan pendapatan melalui hasil panen yang melimpah. “Ke depan, kami berharap dapat menjalin kerja sama serupa dengan ITS untuk menghasilkan varietas jagung unggulan lainnya,” imbuhnya.
Melalui inovasi dan kolaborasi ini, ITS semakin menguatkan kontribusinya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Poin yang didukung meliputi poin ke-2 melalui peningkatan produktivitas pertanian dan poin ke-8 melalui peningkatan pendapatan petani lokal. Selain itu, kolaborasi strategis yang dijalin ITS sebagai instansi pendidikan bersama pelaku usaha turut mendukung poin ke-17 SDGs. (*)
Reporter: Jecklin Chintya Galle Djami
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham