Mukhammad Muryono SSi MSi PhD saat tinjau langsung lahan panen jagung hibrida varietas MTE 09
Kampus ITS, ITS News — Dosen Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Mukhammad Muryono SSi MSi PhD kembangkan benih jagung hibrida varietas MTE 09. Berkolaborasi dengan perusahaan riset swasta PT CorresCo, pengembangan varietas dilakukan sebagai langkah nyata dalam menjawab berbagai tantangan sektor pertanian Indonesia.
Muryono menjelaskan bahwa pengembangan benih MTE 09 diawali dengan analisis data yang mendalam melalui pemetaan silsilah genetika, penggalian data, serta pembuatan basis data terintegrasi. Tantangan budidaya di lahan terkait perubahan iklim, potensi genangan air, hingga ancaman penyakit tanaman seringkali menurunkan hasil panen para petani di berbagai daerah. “Seluruh proses ilmiah tersebut bermuara pada lahirnya varietas jagung hibrida yang tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga teruji saat ditanam langsung di lahan pertanian,” terang Muryono.
Lewat pendampingan dan pengawalan secara ketat di lapangan, Muryono bersama tim meyakini varietas MTE 09 mampu menghasilkan performa riil hingga sepuluh ton per hektar dengan karakteristik dua tongkol per pohon. Hal tersebut sejalan dengan tantangan yang disampaikan oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, terkait peningkatan produktivitas benih jagung yang dikembangkan.
Sementara itu, Chief Executive Officer PT CorresCo Febri Hendrayana MSc menyampaikan bahwa kerja sama riset ini bertujuan untuk menjembatani hasil penelitian akademis agar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas. Varietas MTE 09 membawa sejumlah keunggulan fisik dan daya tahan, serta karakteristik yang menjadi preferen utama para petani. “Mulai dari warna bulir jagungnya yang khas, serta struktur janggel dan tongkol unik yang dilengkapi batas rim khusus sebagai penanda otentik varietas ini di Indonesia,” terang Febri.
Selain itu, keunggulan genetiknya membuat tanaman MTE 09 sangat tangguh menghadapi penyakit bulai, busuk batang, dan busuk tongkol. Keunggulan lainnya pun disebutkan bahwa varietas ini memiliki batang yang kokoh, sehingga mampu berdiri tegak meski diterpa angin kencang pada lahan terbuka.
Hal tersebut berhasil dicapai berkat metode seleksi pemuliaan tanaman yang ketat dalam memilih galur-galur genetik berdaya tahan tinggi. Varietas benih jagung MTE 09 ini juga dirancang ramah budidaya bagi para petani. “Jadi petani tidak perlu menerapkan perlakuan khusus yang rumit, baik dalam hal penataan jarak tanam maupun pemberian nutrisi tambahan,” jelas CEO PT CorresCo itu.
Karakter unik jagung dari benih varietas MTE yang dilengkapi batas rim khusus sebagai penanda otentik varietas
Untuk memastikan hasil riset ini sampai ke tangan masyarakat secara luas, komersialisasi dan penyaluran benih MTE 09 didukung penuh oleh tiga mitra perusahaan swasta. Seperti PT at Wiji Nusantara Makmur, CV Megatani Mandiri, serta PT Ponorogo Agro Mandiri. Kerja sama strategis ini turut mendapat dukungan penuh dari pihak Kementerian Pertanian guna menjamin ketersediaan benih unggul MTE 09 yang tepat jumlah, tepat waktu, serta tepat sasaran bagi kemajuan dan kesejahteraan para petani Indonesia.
Pengembangan varietas unggul jagung hibrida MTE 09 oleh ITS dan PT CorresCo berkontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inovasi ini mendukung SDGs poin ke-2 melalui peningkatan ketahanan pangan nasional, SDGs poin ke-9 lewat hilirisasi riset teknologi terapan di sektor pertanian, serta SDG 17 melalui kolaborasi strategis antara akademisi dan pelaku usaha. (*)