
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berkomitmen memperluas kebermanfaatan ilmu pengetahuannya di kancah internasional. Guna menjawab tantangan sosial melalui pendekatan sains dan teknologi terapan, kali ini ITS menerima kunjungan kolaborasi Dili Institute of Technology (DIT) Timor Leste, Senin (8/7).
Guru Besar Teknik Informatika ITS Prof Dr Umi Laili Yuhana SKom MSc mengungkapkan bahwa kolaborasi lintas negara ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan. Kolaborasi ini mencakup berbagai aktivitas akademis dan riset bersama yang bertujuan meningkatkan kualitas akademik kedua institusi.
Kolaborasi ini, imbuh Umi, salah satu implementasi terdekatnya ialah program short inbound selama seminggu di ITS. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 98 mahasiswa Departemen Komputer Sains DIT akan merasakan langsung atmosfer akademik di ITS. “Kami ingin memberikan pengalaman langsung bagi mereka untuk mengikuti perkuliahan dan workshop di ITS,” ujar Sekretaris Institut ITS tersebut.

Tidak berhenti di situ, Umi menjelaskan bahwa kolaborasi ini pun menyasar penguatan kompetensi tenaga pendidik melalui kegiatan studi banding. Bersamaan dengan kunjungan ini, delegasi DIT melakukan site visit ke Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS untuk mendalami pengelolaan sistem teknologi informasi.
Turut serta sebagai delegasi DIT, Direktur IT DIT Dr Edio Da Costa BCs MCs menyatakan bahwa kerja sama ini membantu DIT untuk mengidentifikasi klaster permasalahan yang dihadapi oleh Timor Leste. Dalam kunjungan delegasi DIT ke ITS sejak Senin (6/7) tersebut juga bermanfaat untuk menyusun roadmap solusi yang solutif guna diterapkan di Timor Leste.
Menurut Edio, kerja sama ini syarat akan nilai historis dan strategis karena alumnus program Doktoral Ilmu Komputer ITS tersebut mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi terhadap tanah airnya. Status Timor Leste sebagai negara baru menuntut institusi pendidikan, salah satunya DIT, untuk terus aktif mengadopsi berbagai praktek akademik yang terbaik dari kampus ternama.

Dalam kesempatan ini, Edio menekankan pentingnya membangun jejaring internasional guna menuntaskan kompleksitas problem sosial yang dimiliki lembaga. Ke depan, terdapat rencana strategis untuk berkolaborasi melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah perbatasan antara Atambua dan Timor Leste. “Melalui community engagement yang terstruktur, kami ingin memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat,” tegasnya optimistis.
Kerja sama lintas negara ini turut berkomitmen dalam mewujudkan ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kualitas akademik mendukung poin ke-4 SDGs tentang Pendidikan Berkualitas. Sementara itu, kolaborasi lintas negara tersebut mencerminkan ketercapaian poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)
Reporter: Syifa Rahmadina
Redaktur: Mohammad Febryan Khamim