
Kampus ITS, ITS News — Departemen Teknik Mesin (DTM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan pelatihan sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC). Kegiatan yang berkolaborasi dengan PT LG Electronics Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan industri secara langsung, Rabu (3/6).
Kepala Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi DTM ITS Ir Ary Bachtiar Krishna Putra ST MT PhD menyebutkan, pelatihan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal standar dan kebutuhan industri HVAC secara lebih dekat. Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa DTM ITS tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga pengaplikasiannya di dunia profesional. “Hendaknya mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” pesannya.

Sekadar diketahui, teknologi HVAC merupakan proses pengondisian sirkulasi udara di dalam suatu ruangan agar temperatur dan kelembapan tetap ideal, bersih, dan terdistribusi merata. Pengondisian udara ini penting dilakukan untuk menjaga kenyamanan penghuni gedung atau mendukung kebutuhan operasional suatu proses teknis. Oleh karena itu, penguasaan mendalam mengenai sistem ini menjadi bekal esensial bagi calon insinyur.
Bersama dengan para praktisi dari PT LG Electronics Indonesia, mahasiswa diberikan wawasan mengenai konsep fundamental dari basic air conditioning. Tak hanya itu, peserta pelatihan juga mendapatkan simulasi langsung menggunakan perangkat lunak LG Air Conditioning Technologies System (LATS) Load. Melalui peranti tersebut, peserta secara aktif diajarkan melakukan cooling load calculation guna menghitung beban pendinginan secara presisi.

Lebih lanjut, pemateri pelatihan HVAC Yogi Pratama ST mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi upaya persiapan mahasiswa untuk terjun ke industri HVAC. Lewat pelatihan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat berekspansi ke ranah industri lain yang masih berkesinambungan dengan HVAC. “Pelatihan serupa yang LG lakukan sangat possible untuk diselenggarakan di departemen lain yang ada di ITS,” ujar alumnus Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.
Kolaborasi strategis antara sivitas akademika ITS dan dunia industri ini diharapkan dapat terus terjalin di kemudian hari guna memacu kualitas pendidikan. Terlebih lagi, langkah nyata ini dinilai sangat selaras dengan upaya menyukseskan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)
Reporter: Ahmad Husein Al Qomary
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi