ITS News

Minggu, 04 Desember 2022
28 Oktober 2022, 18:10

Sinergi Abmas ITS Upayakan Sertifikasi Halal untuk UKM Keputih

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Pemberian poster edukasi terkait sertifikasi halal oleh salah satu anggota tim KKN Abmas ITS (kanan) kepada pemilik Misami Kitchen, salah satu UKM yang didampingi

Kampus ITS, ITS News —  Penjaminan produk halal yang beredar di tengah masyarakat menjadi urgensi yang tengah digiatkan. Demi mendukung hal tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berikan pendampingan sertifikasi produk halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Keputih, Surabaya.

Ketua Tim KKN Abmas ITS, Nur Aini Rakhmawati SKom MScEng PhD mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan produk UMKM yang diperjualbelikan telah memenuhi jaminan kehalalan, mutu, gizi, serta keamanan pangan. Selain itu, upaya ini sekaligus mendorong program percepatan Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang diselenggarakan Kemenag. “Kami juga bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH),” terangnya.

Menyasar UMKM yang menjual makanan, minuman, serta obat-obatan, program sertifikasi yang diupayakan adalah kategori pernyataan pelaku usaha (self-declare). Dosen yang akrab disapa Nur ini mengatakan, sertifikasi ini ditujukan untuk pelaku usaha kecil yang hanya memiliki satu lapak penjualan dengan maksimal lima jenis produk yang dijajakan. “Karena pengusaha kecil ini yang perlu dibantu lebih jauh,” tuturnya. 

Lebih lanjut, dosen Departemen Sistem Informasi (SI) ITS ini mengungkapkan, kegiatan ini memfasilitasi para pelaku UMKM untuk memenuhi kriteria sertifikasi, yaitu kebijakan halal, tim manajemen halal, pelatihan dan edukasi, bahan, produk, fasilitas produksi, prosedur tertulis aktivitas kritis, kemampuan telusur, penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria, serta audit internal dan kaji ulang manajemen. 

Ia menyatakan bahwa kriteria tersebut dibutuhkan untuk memastikan kehalalan produk sudah valid. Lebih lanjut, menurut dosen kelahiran Pasuruan ini, Kelurahan Keputih dipilih karena dinilai merupakan pusat kegiatan mayoritas mahasiswa ITS. Wakil Kepala Pusat Kajian Halal (PKH) ITS ini menambahkan, ada 16 mahasiswa dari berbagai fakultas yang turut terlibat bersama tim. “Sekaligus menjadi kesempatan pelatihan profesi pendamping bagi mereka (mahasiswa, red),” tambahnya. 

Penyerahan poster edukasi terkait sertifikasi halal oleh salah satu anggota tim KKN Abmas ITS (kanan) kepada pelaku UKM lainnya

Berlangsung sejak Juni hingga Agustus lalu, terdapat 18 pelaku UMKM yang diberikan pendampingan intensif dan terprogram. Nur mengatakan, pendampingan dilakukan secara daring dan tatap muka guna memastikan peserta pelatihan dapat mengaplikasikan semua aturan secara maksimal. Dua pelaku UMKM berhasil dibantu memperoleh sertifikat halal, yakni Misami Kitchen dan Nael’s Bakery. 

Menanggapi dukungan dan pengawalan dari tim KKN Abmas ITS, menurut dosen kelahiran 1982 ini, para pelaku UMKM merasa terbantu karena produk yang dijual sudah terjamin. Sertifikasi halal yang nantinya sudah didapatkan juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual. “Semoga semakin banyak UMKM yang terbantu dan bisa merambah ke wilayah yang lebih luas,” tukasnya. (*)

 

Reporter : Ion28
Redaktur: Fatih Izzah

Berita Terkait