News

ITS Terapkan Smart Farming Berbasis IoT untuk Optimalisasi Panen Bawang Merah di Madiun

Rab, 03 Des 2025
1:41 pm
Berita
Share :
Oleh : agnes   |

Tim Departemen Teknologi Informasi ITS bersama anggota kelompok tani di lahan penerapan teknologi Smart Farming.

Madiun, IT Journalistic — Departemen Teknologi Informasi (DTI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan perannya dalam memajukan sektor agraris melalui teknologi digital. Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) tahun 2025, DTI ITS sukses menerapkan sistem monitoring cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu budidaya bawang merah pada Kelompok Tani “Ora Obah Ora Mamah” di Desa Kare, Kabupaten Madiun.

Desa Kare yang terletak di lereng Pegunungan Wilis memiliki potensi besar sebagai sentra bawang merah, terutama setelah banyak petani beralih dari tanaman cengkeh. Namun, Ketua Tim Abmas Berbasis Produk, Dr. Ir. Henning Titi Ciptaningtyas, S.Kom, M.Kom., mengungkapkan bahwa para petani masih menghadapi kendala dalam pengelolaan lahan. “Selama ini budidaya masih dilakukan secara konvensional mengandalkan intuisi. Akibatnya, penggunaan pupuk sering tidak efisien dan produktivitas hasil panen menjadi fluktuatif,” jelasnya.

Menjawab permasalahan tersebut, tim DTI ITS menghadirkan solusi Smart Farming yang memungkinkan petani memantau kondisi lahan secara real-time dan presisi. Sistem ini mengintegrasikan berbagai sensor canggih, mulai dari sensor NPK untuk mengukur kadar hara tanah, suhu,  hingga sensor kelembapan tanah untuk memantau visual tanaman. Data yang ditangkap oleh alat ini kemudian dikirimkan ke server dan ditampilkan melalui dashboard digital yang mudah dipahami.

Tim ITS memberikan pendampingan teknis dan demonstrasi pembacaan data sensor melalui dashboard kepada petani.

Penerapan teknologi ini disambut antusias oleh para petani mitra. Melalui pelatihan yang intensif, petani kini dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menyiram dan seberapa banyak dosis pupuk yang dibutuhkan berdasarkan data akurat yang tampil di layar laptop maupun gawai mereka. Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen sekaligus menghemat biaya operasional pertanian.

Program ini tidak hanya sekadar penerapan alat, tetapi juga upaya membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kelaparan dan inovasi industri. Ke depannya, sistem ini direncanakan untuk terus dikembangkan dengan fitur otomatisasi dan analisis berbasis kecerdasan buatan, menjadikan Desa Kare sebagai percontohan desa pertanian cerdas di Jawa Timur.

Reporter : Agnes Zenobia Griselda Petrina

================================================================= 

Informasi ini disampaikan oleh:
Departemen Teknologi Informasi
Website: its.ac.id/it
Instagram: its_teknologi_informasi
YouTube: Information Technology ITS

Latest News

  • Workshop E-Resource dan Reference Manager Perkuat Kualitas Penulisan Ilmiah Mahasiswa DTI ITS

    Kegiatan Kuliah Tamu Workshop E-Resource dan Reference Manager yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 2 Perpustakaan ITS pada Senin (2/3).

    04 Mar 2026
  • Rayakan Prestasi Mahasiswa: DTI ITS Berikan Penghargaan dalam Ajang DTI Awards 2026

    Foto bersama para mahasiswa penerima penghargaan DTI Awards 2026 bersama Wakil Dekan FTEIC dan sivitas akademika Surabaya, IT Journalistic

    04 Mar 2026
  • Siapkan Pemimpin Masa Depan: Pimpinan AAL Berikan Pembekalan Penguatan Karakter Bela Negara kepada Mahasiswa ITS

    Sekretaris Lembaga AAL TNI AL bersama Rektor ITS dan Pimpinan ITS Surabaya, IT Journalistic — Dalam rangkaian semarak Semester

    04 Mar 2026