UNIT PUSAT BAHASA GLOBAL

UPBG ITS
01 Juli 2026, 13:07

Mahasiswa Internasional KNB dan TIAS Rampungkan Program BIPA di UPBG ITS

Oleh : meilisa@its.ac.id | | Source : -

Mahasiswa internasional penerima beasiswa KNB mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bersama instruktur UPBG ITS, Dra Ratna Indiah, sebagai bekal komunikasi selama menempuh studi di Indonesia (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)

Kampus ITS, GLC News — Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menandai berakhirnya Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tahun 2025/2026 bagi mahasiswa internasional penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesian AID Scholarship (TIAS). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rentang waktu berbeda pada masing-masing skema beasiswa, yakni KNB pada 8 September 2025 hingga 10 Juni 2026 dan TIAS pada 4 November 2025 hingga 1 April 2026. Program ini bertujuan membekali mahasiswa internasional dengan kemampuan bahasa Indonesia guna mendukung proses akademik maupun kehidupan sehari-hari selama menempuh studi di ITS.

Program BIPA KNB & TIAS diikuti oleh 19 mahasiswa internasional yang berasal dari Pakistan, Uganda, Kenya, Afghanistan, Ghana, Bangladesh, Kepulauan Solomon, Tanzania, Zimbabwe, dan Timor-Leste. Program BIPA dirancang sesuai kebutuhan masing-masing skema beasiswa. Bagi mahasiswa KNB, pembelajaran bertujuan membekali peserta dengan kemampuan berkomunikasi hingga tingkat akademik karena perkuliahan dilaksanakan dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, mahasiswa TIAS dibekali kemampuan komunikasi dasar untuk mendukung aktivitas sehari-hari selama tinggal dan belajar di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KNB mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia for Survival (BIS) dan Bahasa Indonesia for Academic Purposes (BIAP). Sementara itu, mahasiswa TIAS memperoleh materi BIS yang berfokus pada kemampuan komunikasi sehari-hari. Selain pembelajaran di kelas, UPBG ITS juga menyelenggarakan kegiatan outing class dengan mengunjungi berbagai institusi dan kampus lain. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mempraktikkan kemampuan bahasa Indonesia secara langsung dengan masyarakat umum sekaligus memperluas jejaring dengan sesama mahasiswa BIPA.

Sebagai momentum penutupan program, UPBG ITS menyelenggarakan sesi open talk dan sharing session dengan tujuan mendapatkan umpan balik dari peserta mengenai pengalaman belajar selama mengikuti program BIPA. Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani para peserta sekaligus menandai keberhasilan mereka dalam menyelesaikan program BIPA di ITS.

Salah satu instruktur UPBG ITS, Bapak Mirfat MPd, menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Indonesia mahasiswa internasional yang mengikuti program BIPA menunjukkan perkembangan yang beragam. Menurutnya, sebagian mahasiswa telah mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun untuk keperluan akademik.

Mahasiswa internasional penerima beasiswa KNB mempraktikkan kemampuan berbicara dalam bahasa Indonesia melalui sesi percakapan pada kelas BIPA yang diselenggarakan UPBG ITS (Sumber: Dokumentasi UPBG ITS)

“Menurut saya, kemampuan bahasa Indonesia mereka bervariasi. Beberapa ada yang sudah mahir bahkan dapat melakukan presentasi dalam bahasa Indonesia dengan baik. Beberapa sudah lancar dalam komunikasi sehari-hari. Namun, beberapa juga masih harus berlatih lebih banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa umumnya akan terus berkembang seiring lamanya mereka tinggal di Indonesia. Dengan terus berlatih dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, mahasiswa internasional diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bahasa mereka sehingga mampu beradaptasi lebih baik dengan lingkungan akademik maupun sosial selama menempuh studi di Indonesia.

Berbeda dengan program akademik formal, pembelajaran BIPA tidak berorientasi pada kelulusan peserta. Penilaian akhir dilakukan sebagai bentuk umpan balik terhadap perkembangan kemampuan bahasa masing-masing mahasiswa serta mendorong mereka untuk terus mengembangkan keterampilan berbahasa Indonesia secara mandiri.

Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Bermutu, program BIPA memberikan akses pembelajaran bahasa yang mendukung keberhasilan akademik mahasiswa internasional. Program ini juga mendorong terciptanya pendidikan yang lebih inklusif melalui pengurangan hambatan bahasa bagi mahasiswa internasional dalam mengakses lingkungan akademik dan sosial di Indonesia.

Melalui program ini, ITS berharap mahasiswa internasional dapat semakin aktif berpartisipasi dalam kegiatan akademik maupun sosial di lingkungan kampus. Keberhasilan penyelenggaraan BIPA juga menjadi wujud komitmen ITS dalam memperkuat internasionalisasi kampus secara menciptakan lingkungan belajar yang mendukung mahasiswa dari berbagai latar belakang negara. (*)

 

Disusun oleh: Alzena Mayla Shabrina
Redaktur: Unit Pusat Bahasa Global, ITS

Berita Terkait