Kampus ITS, GLC News — Mahasiswa internasional peserta Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 2025/2026 mengikuti kegiatan Cultural BIPA melalui kunjungan pembelajaran budaya ke Lembaga Pengembangan Bahasa Asing–Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (LPBA-BIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Desa Wisata Budaya Ngawonggo, Malang pada 15 Juni lalu. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) ITS ini bertujuan memperkaya pengalaman belajar bahasa Indonesia melalui pengenalan budaya dan tradisi lokal secara langsung.
Sebanyak 19 mahasiswa internasional dari program Kemitraan Negara Berkembang (KNB), The Indonesian AID Scholarship (TIAS), dan Global Excellence Scholarship (GES) mengikuti kegiatan tersebut. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), peserta diajak berinteraksi secara langsung dengan budaya Indonesia sekaligus mempraktikkan kemampuan berbahasa Indonesia dalam konteks autentik.
Kegiatan diawali dengan Workshop Bahasa dan Budaya di LPBA-BIPA UNISMA. Pada sesi ini, peserta memperoleh pengenalan mengenai kesenian tradisional Kuda Lumping atau Jaranan, termasuk sejarah, filosofi, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Mahasiswa juga berkesempatan mencoba secara langsung properti kesenian tersebut sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran budaya yang interaktif.
Selain itu, peserta mengikuti pengenalan dan praktik permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng, presentasi budaya oleh mahasiswa BIPA ITS, serta sesi diskusi dan interaksi bersama peserta lainnya. Berbagai aktivitas tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa internasional untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Indonesia sekaligus memperluas pemahaman terhadap keberagaman budaya Nusantara.
Setelah kegiatan di UNISMA, peserta melanjutkan kunjungan ke Desa Wisata Budaya Ngawonggo. Di lokasi tersebut, mahasiswa mengikuti workshop budaya lokal Malang yang mencakup praktik pembuatan wedang tradisional, pembuatan apem menggunakan daun nangka, serta kunjungan ke area pemandian kerajaan untuk mempelajari sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Salah satu mahasiswa program KNB, Brandon Obace Twomo, mengaku memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai budaya Indonesia melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, “Secara keseluruhan, kegiatan BIPA Outing Class merupakan pengalaman belajar yang sangat berharga karena tidak hanya meningkatkan kemampuan saya dalam berbahasa Indonesia, tetapi juga memperdalam pemahaman saya terhadap budaya Indonesia. Sebagai penerima beasiswa KNB yang sedang mempersiapkan diri untuk menempuh studi di Indonesia, program ini telah meningkatkan kepercayaan diri saya dalam berkomunikasi, berinteraksi dengan masyarakat setempat, serta mengapresiasi keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.”
Senada dengan hal tersebut, mahasiswa program TIAS, Valentine Kachundu, menilai kegiatan Cultural BIPA menjadi pengalaman belajar yang berharga. “Melalui program ini, saya mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang bahasa dan budaya Indonesia di luar kelas. Saya juga terkesan dengan keramahan penyelenggara dan para peserta yang menciptakan suasana belajar yang nyaman. Pengalaman ini membantu saya meningkatkan pemahaman lintas budaya dan kemampuan berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa program GES, Muhammad Shehu Nuruddeen, menyampaikan “Melalui program ini, saya tidak hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi juga budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang ada di Indonesia. Program ini membantu saya memperluas perspektif global serta membangun pertemanan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang,” tuturnya.
Melalui kegiatan Cultural BIPA ini, UPBG ITS menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran bahasa yang terintegrasi dengan pengalaman budaya. Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Bermutu melalui penyediaan kesempatan belajar yang inklusif, penguatan wawasan kewargaan global, serta peningkatan pemahaman terhadap keberagaman budaya bagi mahasiswa internasional. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara UPBG ITS dan Universitas Islam Malang dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Beragam aktivitas yang diikuti peserta selama kunjungan budaya di UNISMA dan Desa Wisata Budaya Ngawonggo menjadi pengalaman berharga dalam mengenal bahasa, budaya, dan kearifan lokal Indonesia secara lebih dekat. Pengalaman tersebut sekaligus memperkaya proses pembelajaran bahasa Indonesia yang mereka jalani selama menempuh studi di ITS. (*)
Disusun oleh: Alzena Mayla Shabrina
Redaktur: Unit Pusat Bahasa Global, ITS
Kampus ITS, GLC News — Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjalin kerja sama dengan
Kampus ITS, GLC News — Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menandai berakhirnya Program Bahasa
Kampus ITS, GLC News — Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi mengakhiri pelaksanaan kelas
Peserta Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) ITS berfoto bersama tim Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) ITS dan