News

ITS Wujudkan Smartcity melalui Co-Working Space ITS

Sel, 24 Okt 2017
3:56 am
Berita Terkini
Share :
Oleh : gol

Badan Pengembangan dan Pengelolaan Usaha (BPPU) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Lintasarta menjalin kerjasama dengan membuat Co-Working Space, Rabu (20/9). Kerjasama ini digadang sebagai upaya kontribusi mewujudkan program Smart City. Peresmian ruang tersebut dihelat di Gedung Pusat Riset ITS lantai 7.

 

Rektor ITS bersama Lintasatra sat meresmikan ITS Worldlink

Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, Rektor ITS menuturkan bahwa kerjasama yang dilakukan ini juga bertujuan untuk mendukung kegiatan Smart City yang sedang digalakkan oleh pemerintah Kota Surabaya. “Pengembangan ini menunjang program melek informasi teknologi oleh Kota Surabaya,” ujar Joni dalam sambutannya.

Guru besar Departemen Teknik Lingkungan ini mengatakan agar keberadaan Co-Working Space dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam memberikan sumbangsih ide kreatif bagi kota Pahlawan. “Smart City merupakan potensi besar dan merupakan trademark kota Surabaya dan ke depannya Surabaya bisa menjadi percontohan bagi kota-kota lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Lintasarta, Arya Damar mengatakan bahwa melihat besarnya potensi bisnis dari teknologi digital, seperti e-commerce di Indonesia, maka menjadi kewajiban bagi semua stakeholders dalam negeri untuk mendukung agar Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Terutama dengan mendorong agar para start-up yang jumlahnya besar tersebut mau membuat dan mengembangkan berbagai macam aplikasi yang dapat diterapkan di berbagai industry,” tutur Arya.

Menurut Arya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan berbagai aplikasi digital seperti aplikasi mobile karena memiliki sumber daya manusia (SDM), terutama generasi muda yang jumlahnya sangat besar dan tidak kalah kualitasnya dengan SDM negara-negara lain.

Peluang keberhasilan mengembangkan perangkat lunak oleh SDM Indonesia lebih besar daripada keberhasilan mengembangkan perangkat keras, karena kendala terbesarnya adalah adanya keterbatasan dana untuk melakukan riset dan pengembangan.

Menanggapi Rektor ITS, Arya mengatakan bahwa Lintasarta sebagai perusahaan swasta juga ingin memberikan sumbangsih dalam pembangunan bangsa, yakni dengan mengembangkan start-up yang juga bisa mendukung Smart City. “Lintasarta akan membantu pengembangan ide mahasiswa melalui mentoring dan pelatihan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arya mengatakan bahwa mahasiswa adalah sumber daya manusia yang memiliki daya saing yang tinggi namun sering terhambat pada pengetahuan tentang pasar dan operasional. “Lintasarta akan siap untuk membantu mahasiswa dalam melihat pasar, pembiayaan dan operasional start up khususnya yang mendukung Smart City,” ujar Arya menambahkan.,

Co-Working Space yang dibangun oleh Lintasarta dan BPPU ITS tersebut dilengkapi dengan internet kecepatan tinggi, service komputasi dan pengelolaan serta para ahli yang akan memberikan mentoring kepada para tenant start-up. Kerja sama ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah dalam menumbuhkembangkan 1.000 start-up di Indonesia. (jel/van)

Latest News