Akademik
Terbit pada
Rabu, 7 Oktober 2026
Penjajakan Kolaborasi Riset Inovatif dan Program Mobilitas Sivitas Akademika Tahun 2027
Surabaya, 7 Oktober 2026 – Dalam upaya memperluas ekosistem penelitian dan mengakselerasi inovasi teknologi material di Indonesia, Departemen Teknik Material dan Metalurgi (DTMM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara resmi melangsungkan rapat diskusi penjajakan kolaborasi riset strategis untuk tahun 2027 bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Agenda penting ini secara khusus menggandeng Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri (PRTRRB) di bawah naungan Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN.

Forum diskusi yang berlangsung interaktif ini dibuka secara langsung oleh Bapak Sutarsis, S.T., M.Sc., Ph.D. Pertemuan ini difokuskan pada penggabungan kekuatan dua institusi: pemanfaatan fasilitas dan pendanaan riset tingkat nasional yang dikelola oleh BRIN, dipadukan dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) akademik berkualitas tinggi yang dimiliki oleh kampus ITS.
Peluang Pendanaan dan Mobilitas Riset BRIN
Bapak Amal Rezka Putra, S.Si., M.Si., Apt., selaku Wakil Ketua Kelompok Riset Radiofarmaka BRIN, memaparkan secara komprehensif mengenai tata kelola riset di lingkungan Organisasi Riset Tenaga Nuklir. Saat ini, ORTN BRIN menaungi tujuh pusat riset utama yang berfokus pada teknologi proses radiasi, akselerator, bahan nuklir dan limbah radioaktif, analisis berkas nuklir, reaktor nuklir, keselamatan dan mutu metrologi nuklir, serta fokus utama PRTRRB pada bidang radioisotop, radiofarmaka, dan biodosimetri.

Untuk mendukung fokus riset tersebut, BRIN melalui Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDMI) telah menyiapkan skema pendanaan yang masif melalui funding agency seperti Call for Proposal (CFP) Rumah Program HITN, kolaborasi pendanaan BRIN x LPDP, hingga pendanaan dari International Atomic Energy Agency (IAEA).
Lebih lanjut, kolaborasi ini membuka gerbang mobilitas yang sangat luas bagi mahasiswa dan periset DTMM ITS melalui berbagai skema, antara lain:
Mahasiswa S1: Kesempatan magang riset dan pelaksanaan Tugas Akhir (TA) di fasilitas BRIN.
Mahasiswa S2 dan S3: Program Degree by Research (DBR) yang memberikan dukungan penuh terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT), dipadukan dengan skema Research Assistant (RA) yang memberikan insentif bulanan berdasarkan akumulasi jam kerja aktif.
Program Lanjutan: Kesempatan emas bagi para akademisi melalui skema Visiting Researcher dan Postdoctoral.

Penyelarasan Fokus Riset: Dari Ekstraksi hingga Nanomaterial
Diskusi ilmiah semakin mendalam ketika Kepala Laboratorium Pengolahan Mineral dan Material DTMM ITS, Ibu Yuli Setiyorini, S.T., M.Phil., Ph.D., menyoroti potensi besar aplikasi riset pada ranah ekstraksi, khususnya pemanfaatan material kitosan. Beliau menekankan bahwa produksi nanomaterial menuntut tingkat presisi yang sangat tinggi, di mana pergeseran variabel waktu dan bahan yang sangat kecil dapat berdampak signifikan terhadap hasil produksi. Oleh karena itu, akses terhadap fasilitas mutakhir BRIN menjadi solusi krusial.
Hal ini sejalan dengan pandangan Sekretaris Departemen DTMM ITS, Dr. Hariyati Purwaningsih, S.Si., M.Si., yang menyatakan bahwa keterbatasan sumber daya operasional departemen dibandingkan dengan tingginya kompleksitas kebutuhan riset dapat diatasi melalui kolaborasi ini. Dr. Hariyati memaparkan beberapa potensi kolaborasi spesifik, khususnya di bidang nanomaterial yang dapat disinergikan dengan Laboratorium Material Fungsional (Matfung) dan Laboratorium Pengolahan Material.

Lebih jauh, departemen juga memaparkan transisi fokus riset yang kini mengarah pada pengembangan material katalis (sebagai substitusi dari riset hipotermia sebelumnya). DTMM ITS juga telah menyiapkan dukungan alat uji spektro-gamma yang siap digunakan untuk pengukuran radiasi tanpa harus bergantung pada perangkat elsapoint. Sebagai landasan keberhasilan kolaborasi, saat ini juga telah berjalan proyek kerja sama riset yang sukses antara dosen DTMM, Bapak Respati Kevin P D, S.Si., M.Sc., Ph.D, bersama Bapak Sumandi Juliyanto, S.Si., M.Si. dari BRIN, yang meneliti modifikasi morfologi dan manufaktur partikel emas (gold particles).
Akselerasi Studi Pascasarjana Berbasis Riset
Sebagai penutup rangkaian sinergi, Kepala Program Studi Pascasarjana DTMM ITS, Ibu Azzah Dyah Pramata, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., memberikan penegasan terkait integrasi program Degree by Research (DBR). Beliau memastikan bahwa ekosistem riset untuk mahasiswa S2 berbasis riset di DTMM dapat berjalan selaras di fasilitas BRIN.

Untuk memastikan kelancaran administrasi akademik dan mencegah penundaan masa studi, pendaftaran program DBR akan disinkronisasikan secara ketat dengan jadwal Intake (penerimaan mahasiswa baru) ITS yang dibuka pada bulan Juli. Fleksibilitas waktu yang ditawarkan BRIN—dengan syarat utama kepemilikan Letter of Acceptance (LoA) dari kampus—memberikan jaminan turunnya beasiswa secara tepat waktu pada periode Juli dan Desember.
Melalui penjajakan kerja sama ini, DTMM ITS dan BRIN optimis dapat membangun pondasi riset yang kokoh untuk tahun 2027. Sinergi ini tidak hanya diharapkan mampu menghasilkan publikasi dan inovasi material tingkat dunia, tetapi juga mencetak generasi periset unggul yang siap menjawab tantangan teknologi masa depan.

#DTMMITS #BRIN #RisetNasional #InovasiMaterial #Nanomaterial #Radiofarmaka #BeasiswaBRIN #DegreeByResearch #ITSSurabaya #SinergiRiset #TeknologiMaterial