Oleh:
Dr. Eng. Ir. Rudi W. Prastianto, S.T., M.T, IPU. Kepala Program Studi Sarjana Teknik Lepas Pantai Departemen Teknik Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Surabaya
Memasuki tahun baru 2026, hidup kita bisa jadi ibarat sebuah bangunan lepas pantai yang berdiri jauh dari daratan nyaman. Setiap hari ia berhadapan dengan ombak, arus, dan angin yang tak selalu ramah. Ada gelombang yang datang perlahan, ada pula yang menghantam tiba-tiba, menguji kekuatan tiang-tiang penyangga yang tak kasat mata.
Namun bangunan itu tidak berdiri dengan sia-sia. Ia dirancang untuk bertahan, berakar pada fondasi yang dalam, dan menopang beban dengan penuh kesadaran akan risikonya. Begitulah hidup kita. Di bawah ridho Allah SWT, setiap ujian bukanlah tanda kerapuhan, melainkan proses penguatan—mengajarkan sabar, tawakal, dan keikhlasan agar jiwa tidak runtuh meski tubuh lelah.
Jika di tahun 2026 ombak kehidupan terasa semakin keras, semoga kita tetap kokoh seperti bangunan lepas pantai yang menjalankan fungsinya dengan setia. Bukan karena kita paling kuat, tetapi karena kita bersandar penuh pada Allah SWT Yang Maha Menopang. Dari sanalah hidup menjadi lebih barokah: mungkin sering terhempas, namun tidak tumbang; mungkin diuji berkali-kali, namun semakin bermakna.
Fainna ma’al ‘usri yusraan. Inna ma’al usri yusraan. (QS. Al-Insyirah: 5-6)
“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan”.
“Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan”.
Prosa LIRIS ku untuk 2026 Oleh: Dr. Eng. Ir. Rudi W. Prastianto, S.T., M.T, IPU. Kepala Program Studi
Forum Pendidikan Tinggi Maritim Indonesia Oleh Prof. Daniel Mohammad Rosyid Staf Pengajar Dept. Teknik Kelautan ITS Alhamdulillah, Rabu
Peran Strategis Indonesia dalam ASEAN SUMMIT 2025 Oleh Daniel Mohammad Rosyid @Rosyid College of Arts Latar Belakang KTT