Pemberdayaan Petani Tambak Keputih, Laboratorium Rekayasa Hidro-Informatika Kelautan-Departemen Teknik Kelautan dan Tim Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pemantauan Kualitas Air Berbasis Smart Sensor

Terbit pada

Selasa, 6 Oktober 2026

Oleh
Admin-Teknik Kelautan
21

Surabaya, 5 Oktober 2026 – Upaya meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir dalam menjaga kualitas lingkungan budidaya terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abmas). Prof. Silvianita bersama tim melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Pelatihan Pemantauan Kualitas Air Berbasis Smart Sensor” di kawasan tambak Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan ini mempertemukan Prof. Silvianita dan tim dengan perwakilan petani tambak Keputih. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai kondisi tambak, kebutuhan petani, serta pemanfaatan teknologi smart sensor untuk membantu pemantauan kualitas air secara lebih efektif. Dalam pembukaan kegiatan, Prof. Silvianita menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berorientasi pada pengenalan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam melakukan pemantauan dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Dalam sesi diskusi. Pak samsul (ketua petani tambak keputih) menyampaikan bahwa petani membutuhkan pendampingan dan pelatihan penggunaan alat secara bertahap agar teknologi yang diberikan dapat benar-benar dipahami serta digunakan secara maksimal. Pendampingan dinilai penting karena pemanfaatan smart sensor tidak berhenti pada pemasangan alat. Petani juga perlu memahami cara penggunaan, pemantauan data, perawatan alat, hingga pemanfaatan informasi yang dihasilkan sebagai pertimbangan dalam pengelolaan tambak.

Selain persoalan penguasaan teknologi, pertemuan tersebut juga membahas tantangan lingkungan yang dihadapi petani tambak Keputih. Para petani berharap keberadaan dan keberlanjutan usaha tambak di kawasan tersebut mendapatkan perhatian. Berkembangnya kawasan hunian dan perumahan di sekitar wilayah pertambakan dinilai membawa tantangan baru bagi aktivitas budidaya.

Air buangan rumah tangga yang mengalir menuju kawasan tambak menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan petani karena dapat berpengaruh terhadap kualitas air yang digunakan untuk kegiatan budidaya. Oleh sebab itu, pemantauan kondisi kualitas air menjadi semakin penting agar perubahan parameter lingkungan tambak dapat diketahui secara lebih cepat, akurat dan terukur. (/TM)