Rencana Pengelolaan Sampah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) disusun dengan mengadopsi pendekatan waste induction sebagai strategi utama dalam menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya. Pendekatan ini menitikberatkan pada identifikasi, pengendalian, dan pengurangan potensi timbulan sampah yang dihasilkan dari setiap aktivitas akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus. Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi, ITS berkomitmen menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari pembangunan kampus berkelanjutan.
Pendekatan waste induction dimulai dengan pemetaan sumber dan jenis timbulan sampah di seluruh kawasan ITS, seperti gedung perkuliahan, laboratorium, perkantoran, kantin, asrama, dan area publik. Setiap unit kerja didorong untuk melakukan perhitungan potensi timbulan sampah harian dan periodik sebagai dasar penyusunan strategi pengurangan. Data tersebut digunakan untuk merancang kebijakan yang tepat sasaran, termasuk pengendalian penggunaan material sekali pakai dan optimalisasi proses operasional yang lebih efisien.
Dalam implementasinya, ITS menerapkan kebijakan preventif melalui pembatasan sampah dari hulu, seperti pengurangan kemasan plastik, penggunaan alat makan guna ulang di kantin, serta digitalisasi layanan administrasi untuk menekan penggunaan kertas. Kegiatan akademik, seminar, dan acara kampus diwajibkan menerapkan konsep ramah lingkungan dengan perencanaan konsumsi dan logistik yang meminimalkan sisa dan limbah. Dengan demikian, potensi timbulan sampah dapat ditekan sebelum memasuki tahap pengelolaan akhir.
Sampah yang tetap dihasilkan dikelola melalui sistem pemilahan terintegrasi. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik bernilai ekonomi dimanfaatkan melalui bank sampah dan kerja sama dengan pihak daur ulang. Sementara itu, sampah residu yang tidak dapat diolah diminimalkan volumenya sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
Pendekatan waste induction di ITS juga didukung oleh pemanfaatan teknologi dan edukasi berkelanjutan. Sistem pencatatan digital digunakan untuk memantau timbulan sampah dari tiap unit, sehingga evaluasi dan perbaikan dapat dilakukan secara berkala. Melalui pelibatan aktif sivitas akademika, rencana pengelolaan sampah ini diharapkan mampu membentuk budaya sadar lingkungan, menurunkan timbulan sampah secara signifikan, serta memperkuat peran ITS sebagai pelopor kampus hijau dan berkelanjutan di Indonesia.
Berikut merupakan link video “Waste Induction” : https://youtu.be/J6pbpA-Bvk8?si=zOauSR95cyCtpcAo
DTIS
Rencana Pengelolaan Sampah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) disusun dengan mengadopsi pendekatan waste induction sebagai strategi utama dalam
Kegiatan Hari ini Rabu, 28 Januari 2026 Ruang 102 DTIS. Dalam rangka penguatan kerja sama internasional serta peningkatan atmosfer
Sidang Proposal Proyek Akhir Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 pada Program Sarjana Terapan Teknik Sipil dan Teknologi Rekayasa Konstruksi