News

Apa Itu Muda? 7 Pemborosan yang Diam-Diam Membuat Perusahaan Rugi

Jum, 24 Jul 2026
3:22 pm
MANSYS Insight
Share :
Oleh : bagus.n@its.ac.id   |

Hi Sismanity! 👋

       Pernah merasa waktu habis hanya karena harus bolak-balik mencari barang yang lupa dibawa? Atau mungkin pernah memasak terlalu banyak hingga akhirnya sebagian makanan tidak habis? Sekilas hal-hal seperti ini terlihat sepele. Padahal, jika terjadi terus-menerus, waktu, tenaga, dan biaya yang terbuang bisa menjadi cukup besar.

 

Ilustrasi dibantu oleh AI Reve.art, dengan prompt dari penulis

 

       Di dunia industri, kondisi serupa dikenal sebagai waste atau pemborosan. Menariknya, waste bukan hanya berarti sampah yang menumpuk di tempat pembuangan. Dalam dunia manufaktur, waste adalah segala aktivitas yang menghabiskan sumber daya tetapi tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan [1]. Inilah salah satu konsep utama dalam Lean Manufacturing, yaitu pendekatan yang bertujuan menciptakan proses kerja yang lebih efisien dengan mengurangi berbagai bentuk pemborosan.

       Konsep Lean Manufacturing banyak dipengaruhi oleh Toyota Production System (TPS), sistem produksi yang dikembangkan oleh Toyota untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan penggunaan sumber daya yang lebih efektif [2]. Dalam TPS, pemborosan dikenal dengan istilah Jepang Muda, yang berarti aktivitas yang seharusnya bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan karena tidak memberikan nilai tambah [1].

 

Ilustrasi dibantu oleh AI Reve.art, dengan prompt dari penulis

 

Mengenal 7 Jenis Muda

Taiichi Ohno, salah satu tokoh di balik Toyota Production System, mengelompokkan Muda menjadi tujuh jenis pemborosan utama yang hingga kini masih menjadi acuan banyak perusahaan di seluruh dunia [1].

1. Overproduction (Produksi Berlebihan)

Overproduction terjadi ketika perusahaan memproduksi barang lebih banyak atau lebih cepat daripada yang dibutuhkan pelanggan. Akibatnya, produk harus disimpan lebih lama dan berpotensi tidak terjual. Bayangkan mencetak ratusan lembar materi rapat yang ternyata hanya dihadiri sedikit peserta.

2. Waiting (Menunggu)

Waiting adalah waktu ketika manusia, mesin, atau material tidak dapat bekerja karena menunggu proses lain selesai. Misalnya, operator harus menunggu bahan baku datang sebelum bisa memulai produksi, atau pelanggan harus mengantre lama karena sistem pelayanan belum siap [2].

3. Transportation (Perpindahan yang Tidak Perlu)

Memindahkan barang berkali-kali tanpa menambah nilai pada produk juga termasuk waste. Sebagai contoh, bahan baku harus melewati beberapa gudang sebelum akhirnya sampai ke area produksi. Selain memakan waktu, perpindahan yang berlebihan juga meningkatkan risiko kerusakan barang [3].

4. Overprocessing (Proses Berlebihan)

Waste ini muncul ketika suatu produk diproses lebih rumit daripada yang sebenarnya dibutuhkan. Contohnya adalah melakukan pemeriksaan yang sama berkali-kali atau menggunakan mesin berteknologi tinggi untuk pekerjaan sederhana yang sebenarnya sudah cukup diselesaikan dengan metode yang lebih efisien [2].

5. Inventory (Persediaan Berlebihan)

Memiliki stok memang penting, tetapi jumlah yang terlalu banyak justru dapat menjadi pemborosan. Persediaan berlebih membutuhkan ruang penyimpanan, biaya perawatan, dan berisiko rusak atau kedaluwarsa sebelum digunakan [4].

6. Motion (Gerakan yang Tidak Perlu)

Motion mengacu pada gerakan tubuh yang sebenarnya bisa dihindari. Misalnya, pekerja harus terus-menerus membungkuk, memutar badan, atau berjalan jauh hanya untuk mengambil alat kerja. Meskipun terlihat sederhana, gerakan berulang seperti ini dapat menurunkan produktivitas sekaligus meningkatkan kelelahan [1].

7. Defects (Produk Cacat)

Produk yang cacat harus diperbaiki atau bahkan dibuang sehingga memerlukan tambahan waktu, tenaga, dan biaya. Contohnya adalah komponen yang diproduksi dengan ukuran yang salah sehingga harus dibuat ulang sebelum dikirim kepada pelanggan [2].

Fun Fact 💡

       Tahukah kamu? Prinsip Lean Manufacturing saat ini tidak hanya digunakan di pabrik otomotif. Berbagai organisasi seperti rumah sakit, perusahaan logistik, perbankan, hingga instansi pemerintah juga menerapkan konsep Lean untuk mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas layanan [3]. Bahkan di Toyota sendiri, aktivitas sederhana seperti berjalan terlalu jauh untuk mengambil alat kerja dianggap sebagai pemborosan yang perlu diperbaiki melalui penataan area kerja yang lebih efisien [1].

        Mulai mengenali waste di sekitar kita. Muda ternyata bisa ditemukan di mana saja, bukan hanya di lantai produksi. Saat belajar, misalnya, kita mungkin membuang waktu karena sering terdistraksi atau harus mencari-cari catatan yang berantakan. Saat memasak, membeli bahan terlalu banyak hingga akhirnya terbuang juga merupakan bentuk pemborosan. Bahkan ketika mengerjakan tugas, mengulang pekerjaan karena kurang teliti sejak awal termasuk salah satu contoh waste. Dengan mengenali berbagai bentuk pemborosan, kita bisa mulai bekerja lebih cerdas, bukan sekadar lebih keras. Itulah mengapa prinsip Lean Manufacturing tetap relevan hingga sekarang. Bukan hanya membantu perusahaan menjadi lebih produktif dan efisien, tetapi juga mengajarkan kita untuk menggunakan waktu, tenaga, dan sumber daya secara lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Andika Putra Pamungkas

Penyunting: Brian Arga Prasidio Putra

Daftar Pustaka

[1] Taiichi Ohno, Toyota Production System: Beyond Large-Scale Production. Productivity Press.

[2] Jeffrey K. Liker, The Toyota Way: 14 Management Principles from the World’s Greatest Manufacturer. McGraw-Hill.

[3] Lean Enterprise Institute, “What is Lean?”, https://www.lean.org/.

[4] Toyota Motor Corporation, “Toyota Production System”, https://global.toyota/en/company/vision-and-philosophy/production-system/.

Cek berita selengkapnya di sosial media kami:

Website: https://www.its.ac.id/tindustri/laboratorium-sistem-manufaktur/
Instagram: @sismanity
LinkedIn: www.linkedin.com/in/manufacturing-systems-laboratory
YouTube: SISMANITY ITS

Latest News

  • Mengapa Perusahaan Berani Memberikan Garansi? Pelajari Ilmu di Baliknya

    Hi Sismanity! 👋        Saat membeli smartphone, laptop, atau mesin cuci, kita hampir selalu menemukan label garansi,

    28 Jul 2026
  • Kenapa Barang Buatan Cina Sering Kali Lebih Murah?

    Hi Sismanity! 👋        Pernahkah kamu menemukan dua produk yang bentuk dan fungsinya hampir sama, tetapi harganya

    24 Jul 2026
  • Apa Itu Muda? 7 Pemborosan yang Diam-Diam Membuat Perusahaan Rugi

    Hi Sismanity! 👋        Pernah merasa waktu habis hanya karena harus bolak-balik mencari barang yang lupa dibawa?

    24 Jul 2026