Tentang
Mengusung kolaborasi lintas program studi dan semangat berkompetisi di kancah internasional, tim robotika ITS berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih 3rd Place pada ajang RoboCup 2026 di Korea Selatan.

Surabaya, FTEIC ITS – Tim robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IRIS ITS, berhasil meraih 3rd Place pada kategori Robot Soccer – Middle Size League (MSL) di ajang RoboCup Incheon 2026 yang berlangsung pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026 di Songdo Convensia, Incheon, Korea Selatan.
Tim ini beranggotakan Nindita Putri Aisyah dari Program Studi Teknik Telekomunikasi angkatan 2024, Alvaro dari Program Studi Teknik Elektro angkatan 2023, Muhammad Navis Azka Atqiya dari Program Studi Teknik Komputer angkatan 2023, serta Abrar Rafi Dwianto dan Yuke Brilliant Hestiavin dari Program Studi Teknik Komputer angkatan 2024.
RoboCup merupakan kompetisi robotika internasional yang bertujuan mendorong perkembangan riset di bidang kecerdasan buatan, robotika, dan sistem otonom melalui berbagai kategori kompetisi. Pada kategori Middle Size League (MSL) yang diikuti IRIS ITS, setiap tim menurunkan lima robot yang terdiri dari satu penjaga gawang dan empat robot pemain, di mana seluruh robot bermain secara fully autonomous tanpa kendali manual selama pertandingan berlangsung. Robot-robot tersebut dituntut mampu mendeteksi bola, rekan tim, lawan, dan posisi lapangan secara mandiri, kemudian mengambil keputusan secara real-time untuk menyerang maupun bertahan.
Ketertarikan tim untuk berkompetisi di RoboCup berawal dari keinginan mengembangkan teknologi robotika yang tidak hanya sebatas riset, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional. Bagi Nindita, RoboCup menjadi ajang yang menantang karena menggabungkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari kecerdasan buatan, computer vision, sistem kontrol, elektronika, hingga kerja sama multi-agen.
Tim IRIS ITS sendiri telah berdiri sejak tahun 2016. Awalnya tim ini mengikuti kategori KRPAI Beroda pada Kontes Robot Indonesia, kemudian sejak kategori tersebut dihentikan pada 2017, IRIS beralih fokus mengembangkan robot untuk kategori KRSBI Beroda hingga akhirnya berkembang menjadi tim yang rutin berlaga di kompetisi internasional seperti RoboCup.
Dalam proses persiapannya, pembagian tugas di Tim IRIS ITS dilakukan melalui empat divisi utama, yaitu Mechanical, Electrical, Programming, dan Official, sehingga setiap aspek persiapan kompetisi dapat berjalan secara terkoordinasi. Divisi Mechanical bertanggung jawab atas desain, manufaktur, hingga perakitan robot, sementara Divisi Electrical mengembangkan sistem kelistrikan seperti perancangan PCB, pengkabelan, distribusi daya, hingga integrasi sensor dan aktuator. Divisi Programming mengembangkan software robot, mulai dari computer vision, localization, navigation, komunikasi antarrobot, hingga penyusunan strategi permainan otonom. Adapun Divisi Official menangani kebutuhan nonteknis tim, seperti administrasi kompetisi, logistik, dokumentasi, dan publikasi.
Karena robot bermain secara fully autonomous, anggota tim yang berada di pinggir lapangan saat pertandingan bertugas memantau performa robot, melakukan troubleshooting pada jeda pertandingan, mengganti baterai, serta menyesuaikan konfigurasi strategi sebelum pertandingan berikutnya dimulai.
Persiapan menuju RoboCup Incheon 2026 berlangsung sekitar satu tahun, dimulai sejak kompetisi sebelumnya berakhir. Tahapan yang dilalui meliputi evaluasi performa robot lama, pengembangan hardware dan software baru, integrasi seluruh sistem, pengujian lapangan, simulasi pertandingan, hingga berbagai penyempurnaan berdasarkan hasil latihan. Menjelang keberangkatan, tim juga melakukan stress test terhadap robot agar siap menghadapi kondisi kompetisi yang sesungguhnya.
Tantangan terbesar yang dihadapi tim selama proses persiapan adalah memastikan seluruh sistem robot bekerja secara stabil ketika semua komponennya diintegrasikan, mengingat perubahan kecil pada satu bagian kerap memengaruhi performa bagian lain sehingga proses debugging membutuhkan waktu cukup panjang. Selain tantangan teknis, koordinasi tim juga menjadi perhatian khusus karena setiap anggota mengerjakan bagian yang berbeda. Tim mengatasinya dengan melakukan evaluasi rutin, latihan bersama, serta membiasakan komunikasi yang terbuka agar setiap kendala dapat diselesaikan lebih cepat.
Pertandingan di RoboCup Incheon 2026 berlangsung sangat kompetitif karena IRIS ITS berhadapan dengan tim-tim yang telah lama berkiprah di RoboCup. Sejak babak awal, tim berusaha menjaga konsistensi performa robot dan terus melakukan evaluasi setelah setiap pertandingan hingga akhirnya berhasil memastikan posisi Juara 3. Momen tersebut menjadi salah satu yang paling berkesan bagi Nindita, setelah melewati berbagai tantangan selama persiapan dan menyaksikan kerja keras seluruh tim terbayarkan. Kesempatan bertemu dan berdiskusi dengan tim-tim dari berbagai negara turut menjadi pengalaman berharga, terlebih IRIS ITS tercatat sebagai peserta dengan usia termuda karena banyak tim lawan yang beranggotakan para profesor.
Salah satu keunggulan robot IRIS ITS terletak pada integrasi antara sistem persepsi dan pengambilan keputusan secara real-time, di mana robot mampu mengenali kondisi lapangan, posisi bola, rekan satu tim, maupun lawan, kemudian menentukan strategi terbaik dalam waktu yang sangat cepat. Dari sisi strategi, tim juga mengembangkan koordinasi antarrobot sehingga setiap robot dapat menjalankan perannya secara dinamis, baik saat menyerang maupun bertahan, membuat permainan menjadi lebih efektif dan adaptif terhadap situasi pertandingan.
Menutup ceritanya, Nindita mengaku sangat bersyukur, bangga, sekaligus terharu karena hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim selama berbulan-bulan. Prestasi ini juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan membawa nama ITS di tingkat internasional. Ke depannya, ia berharap IRIS ITS dapat terus berinovasi, mencetak regenerasi anggota yang semakin kuat, serta meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi robotika baik di tingkat nasional maupun internasional.