
Gambar: Tampilan chatbot SAKAI berbasis WhatsApp yang memudahkan mahasiswa mengakses layanan administrasi.
Surabaya – FT-EIC ITS – Departemen Teknik Komputer, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FT-EIC) ITS kembali menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan melalui pengembangan SAKAI, sebuah chatbot WhatsApp berbasis AI yang dirancang untuk mempermudah layanan administrasi mahasiswa.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim dosen yang terdiri dari Arta Kusuma Hernanda, S.T., M.T., Dr. Arief Kurniawan, S.T., M.T., serta Dr. Diah Puspito Wulandari, S.T., M.Sc., bersama mahasiswa Teknik Komputer ITS, yaitu Raditya Rakha Renanda, Defender Artha Widiprasetyo, Alif Ridhwan Al Ghozali, Pranaditya Tri Jyotista, Vavitram Putra Sudana, Muhammad Mirza Farisy Alhadiid, Muhammad Aufaa Prayitno, dan Adhitya Raufarhan Sukmana.
Pengembangan SAKAI dilatarbelakangi oleh kondisi layanan administrasi yang masih dilakukan secara manual dan ditangani oleh satu admin, sementara jumlah mahasiswa terus meningkat. Hal ini menyebabkan antrean panjang, keterlambatan respons, serta keterbatasan layanan di luar jam kerja.
“SAKAI dikembangkan karena layanan administrasi Departemen Teknik Komputer ITS masih manual dan ditangani oleh satu orang admin, sementara jumlah mahasiswa terus meningkat dan volume pertanyaan cukup tinggi,” ujar Bapak Arta
Permasalahan lain yang dihadapi meliputi lambatnya respons admin, keterbatasan jam layanan (08.00–16.00), serta inkonsistensi informasi terkait prosedur akademik dan layanan kemahasiswaan. Kondisi ini mendorong perlunya solusi berbasis teknologi yang mampu memberikan layanan lebih cepat, konsisten, dan tersedia setiap saat.
SAKAI dikembangkan sebagai solusi digital berbasis AI untuk meningkatkan kualitas layanan administrasi mahasiswa di Departemen Teknik Komputer ITS.
Dalam pengembangannya, tim memilih WhatsApp sebagai platform utama karena telah menjadi media komunikasi yang umum digunakan oleh mahasiswa di Indonesia. Dengan demikian, chatbot dapat diakses tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan dan lebih mudah diadopsi oleh pengguna.
Dari sisi teknologi, SAKAI memanfaatkan pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang dikombinasikan dengan model bahasa besar QWEN untuk pemrosesan bahasa alami. Sistem ini memungkinkan chatbot menelusuri basis pengetahuan administrasi sekaligus menghasilkan respons yang natural dan kontekstual.
“SAKAI menggunakan pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang dikombinasikan dengan large language model QWEN untuk pemrosesan bahasa alami,” jelas Bapak Arta
Keunggulan utama SAKAI terletak pada kemampuannya memberikan layanan selama 24 jam serta menghasilkan jawaban yang akurat berdasarkan data resmi departemen. Dibandingkan layanan konvensional, sistem ini mengurangi ketergantungan pada admin, sementara dibandingkan chatbot berbasis FAQ statis, SAKAI mampu memberikan respons yang lebih kontekstual dan terintegrasi dengan sistem akademik.
Saat ini, mahasiswa telah dapat memanfaatkan SAKAI untuk mengakses berbagai layanan administrasi, mulai dari informasi prosedur akademik, jadwal perkuliahan, persyaratan administrasi, hingga layanan kemahasiswaan dan pengumuman departemen.
Mahasiswa dapat mengakses berbagai informasi administrasi akademik melalui SAKAI secara cepat dan fleksibel melalui WhatsApp.
Dari sisi pengguna, penerapan SAKAI mendapatkan respons positif dari mahasiswa karena kemudahan akses dan kecepatan layanan yang diberikan, terutama pada periode sibuk seperti awal semester. Sementara itu, pihak departemen juga memberikan dukungan terhadap pengembangan sistem ini karena dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan administrasi.
“Dari sisi mahasiswa, penerapan SAKAI mendapatkan respons positif karena membantu mereka memperoleh informasi administrasi akademik secara lebih cepat dan tidak bergantung pada jam kerja admin,” ungkap Bapak Arta

Gambar: Proses diskusi tim pengembang Teknik Komputer ITS dalam merancang dan mengembangkan sistem SAKAI berbasis AI.
Dalam proses pengembangannya, dosen berperan dalam perancangan sistem serta pengawasan akademik, sedangkan mahasiswa dilibatkan dalam analisis kebutuhan dan uji coba sebagai pengguna awal. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata integrasi antara pembelajaran dan inovasi teknologi di lingkungan FT-EIC ITS.
Pengembangan SAKAI juga sejalan dengan visi FT-EIC untuk menjadi fakultas rujukan dalam pendidikan dan penelitian di bidang teknologi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. Inovasi ini merupakan implementasi teknologi AI terapan yang mendukung transformasi digital layanan pendidikan tinggi.
Ke depannya, SAKAI direncanakan untuk terus dikembangkan melalui perluasan basis pengetahuan, peningkatan pemahaman bahasa informal, serta potensi replikasi di departemen lain di ITS maupun perguruan tinggi lainnya