Air dan udara merupakan sumber kehidupan kita. Pengelolaan air di kampus ITS dilakukan melalui efisiensi penggunaan air secara hemat, penyediaan Keran Air Siap Minum, Konservasi air tanah melalui biopori, danau dan kolam, serta pengolahan limbah air bekas wudhu untuk penyiraman lingkungan. Sedangkan pengelolaan udara di ITS dilakukan dengan mengurangi emisi karbon dan polusi dari kendaraan berbahan bakar minyak bumi, kegiatan uji emisi kendaraan dan servis gratis untuk kendaraan secara berkala, dan mempertahankan rimbun pepohonan agar udara di kampus terjaga kesegarannya.
Penyediaan Keran Air Siap Minum (KASM) dibeberapa tempat, antara lain di Departemen Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Material dan Metalurgi, Masjid Manarul Ilmi, dan area parkir pusat.
ITS melakukan Rain Water Harvesting untuk mendukung pengembangan Urban Farming ITS. Sementara di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, menggunakan biopori sebagai program konservasi air.
Pengolahan air bekas wudhu digunakan sebagai air baku kolam (ikan) di kawasan Masjid Manarul Ilmi ITS dan sebagai sumber air penyiraman tanaman di sekitar masjid. Selain itu juga terdapat penggunaan air dari kamar mandi atau grey water untuk menyiram tanaman, hasil pengolahan ditampung di dalam constructed wetland.
Pengaturan aliran debit air toilet, dimana jika flush dengan ukuran besar memerlukan air sekitar 6-9 liter, sedangkan flush kecil mengeluar- kan kurang lebih 3-4 liter air.
Pengolahan Sampah di ITS dilakukan dengan prinsip 3R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle. Prinsip 3R diimplementasikan melalui pengurangan penggunaan bahan sekali pakai, drop box E-waste, pemilahan sampah.
Ecobrick merupakan suatu bentuk inovasi berkonsep bata ramah lingkungan. Ecobrick yang menggunakan botol air mineral 600 ml dapat diisi dengan sampah plastik dan memiliki berat kira-kira 250-300 gram
Upaya pemilahan sampah telah dilakukan mulai dari sumber sampah, dengan penyediaan bak atau bin sampah dengan warna yang berbeda dengan pemberian label yang jelas. Sampah plastik dan kertas yang dikumpulkan dikerjasamakan dengan bank sampah/pihak ketiga.
Pengolahan sampah organik ITS berupa sampah daun sapuan jalan dan ranting diolah lebih lanjut di Rumah Kompos ITS yang terletak di Jl Arif Rahman Hakim. Sampah yang dihasilkan setiap hari sebesar ± 3,5 – 4 m3 dan dihasilkan kurang lebih 90 kg kompos. Proses pengolahan dilakukan dengan penambahan activator setiap minggu dan terdapat mesin penyaring/pengayak dan penggiling di Rumah Kompos. Hasil pengolahan berupa pupuk kompos yang dikemas dan digunakan untuk pemupukan tanaman dan ruang terbuka hijau di lingkungan ITS.
Mesin Ayak Kompos di Rumah Kompos ITS & Pupuk kompos yang telah dikemas hasil dari pengolahan Rumah Kompos ITS
Daun sapuan jalan yang diolah di Rumah Kompos ITS & Komposter Departemen Teknik Sipil ITS.
Transportasi bermotor menjadi salah satu problematika perkotaan yang menghasilkan polusi dan emisi gas rumah kaca. Upaya pengurangan polusi ini dilakukan oleh ITS dengan melakukan pengefektifan transportasi dan infrastruktur dalam lingkungan kampus. Berbagai bentuk transportasi ramah lingkungan telah diinovasikan dan diaplikasikan. Sepeda kampus, bus kampus, kendaraan berenergi listrik hingga program pengurangan emisi kendaraan menjadi upaya-upaya yang diterapkan oleh ITS untuk menuju kampus yang hijau dan ramah lingkungan.
Penyediaan Keran Air Siap Minum (KASM) dibeberapa tempat, antara lain di Departemen Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Material dan Metalurgi, Masjid Manarul Ilmi, dan area parkir pusat.
ITS melakukan Rain Water Harvesting untuk mendukung pengembangan Urban Farming ITS. Sementara di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, menggunakan biopori sebagai program konservasi air.
Pengolahan air bekas wudhu digunakan sebagai air baku kolam (ikan) di kawasan Masjid Manarul Ilmi ITS dan sebagai sumber air penyiraman tanaman di sekitar masjid. Selain itu juga terdapat penggunaan air dari kamar mandi atau grey water untuk menyiram tanaman, hasil pengolahan ditampung di dalam constructed wetland.
Pengaturan aliran debit air toilet, dimana jika flush dengan ukuran besar memerlukan air sekitar 6-9 liter, sedangkan flush kecil mengeluar- kan kurang lebih 3-4 liter air.
Bumi memberikan energi dan merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup yang ada di dalamnya tanpa henti, namun penghematan energi penting untuk dilakukan guna mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan memberi manfaat bagi lingkungan. Upaya penghematan dan pengefektifan energi di kampus ITS didukung oleh penelitian dan pengembangan dari berbagai pusat penelitian dan unggulan, meliputi energi solar panel, energi biomass (biogas dan pembangkit listrik tenaga sampah) hingga biodiesel. Adapun pengaplikasian Smart Building yang diterapkan pada gedung-gedung di kampus ITS untuk memaksimalkan efisiensi energi bangunan.
Penyediaan Keran Air Siap Minum (KASM) dibeberapa tempat, antara lain di Departemen Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Material dan Metalurgi, Masjid Manarul Ilmi, dan area parkir pusat.
ITS melakukan Rain Water Harvesting untuk mendukung pengembangan Urban Farming ITS. Sementara di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, menggunakan biopori sebagai program konservasi air.
Pengolahan air bekas wudhu digunakan sebagai air baku kolam (ikan) di kawasan Masjid Manarul Ilmi ITS dan sebagai sumber air penyiraman tanaman di sekitar masjid. Selain itu juga terdapat penggunaan air dari kamar mandi atau grey water untuk menyiram tanaman, hasil pengolahan ditampung di dalam constructed wetland.
Pengaturan aliran debit air toilet, dimana jika flush dengan ukuran besar memerlukan air sekitar 6-9 liter, sedangkan flush kecil mengeluar- kan kurang lebih 3-4 liter air.
Dalam kegiatan pembangunan, pengelolaan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Keberadaan hutan dan taman yang terdapat di ITS menjadi penyumbang proporsi ruang terbuka hijau (RTH) pada wilayah kota Surabaya. Selain untuk memperindah kampus perjuangan, RTH difungsikan untuk menjamin keseimbangan ekosistem perkotaan, termasuk keseimbangan sistem hidrologi dan iklim mikro serta ekosistem lainnya, yang pada akhirnya akan meningkatkan ketersediaan udara bersih yang dibutuhkan masyarakat. Adapun upaya tersebut ditunjang dengan adanya program seperti Urban Farming ITS, yang mana dengan kegiatan riset dan edukasinya dapat menghasilkan salah satu bentuk sistem ketahanan pangan lokal yang mandiri. Kegiatan kampus rutin melalui penanaman pohon juga dapat menambah hijaunya kampus ITS.
Penyediaan Keran Air Siap Minum (KASM) dibeberapa tempat, antara lain di Departemen Teknik Mesin, Teknik Fisika, Teknik Material dan Metalurgi, Masjid Manarul Ilmi, dan area parkir pusat.
ITS melakukan Rain Water Harvesting untuk mendukung pengembangan Urban Farming ITS. Sementara di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, menggunakan biopori sebagai program konservasi air.
Pengolahan air bekas wudhu digunakan sebagai air baku kolam (ikan) di kawasan Masjid Manarul Ilmi ITS dan sebagai sumber air penyiraman tanaman di sekitar masjid. Selain itu juga terdapat penggunaan air dari kamar mandi atau grey water untuk menyiram tanaman, hasil pengolahan ditampung di dalam constructed wetland.
Pengaturan aliran debit air toilet, dimana jika flush dengan ukuran besar memerlukan air sekitar 6-9 liter, sedangkan flush kecil mengeluar- kan kurang lebih 3-4 liter air.