Tentang
Mengusung solusi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab studi kasus nyata dari industri, tim mahasiswa ITS yang terdiri dari lintas departemen berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi CYBERHACK 2026.

Surabaya, FTEIC ITS – Praditya Haekal Islami Al Haqiqi, mahasiswa Departemen Teknik Elektro ITS angkatan 2024, bersama dua rekan satu timnya, Rayhan Agnan Kusuma dan Rayka Dharma Pranandita, keduanya mahasiswa Departemen Teknologi Informasi angkatan 2024, berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi CYBERHACK 2026 dengan membawa nama tim “SEMOGA YANG DISEMOGAKAN TERSEMOGAKAN”.
CYBERHACK 2026 merupakan kompetisi bertipe hackathon yang mengangkat studi kasus nyata dari sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan sebuah instansi untuk mencari solusi atas permasalahan tertentu. Peserta ditantang untuk merumuskan solusi yang solutif dan realistis, baik dari segi alat, pemakaian, aspek bisnis, market, maupun kelayakan implementasi berdasarkan lini waktu yang realistis. Seluruh solusi yang diajukan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan dikembangkan secara individu oleh masing-masing peserta dalam tim.
Menariknya, nama tim “SEMOGA YANG DISEMOGAKAN TERSEMOGAKAN” memiliki cerita tersendiri di baliknya. Haekal dan Rayhan yang sebelumnya merupakan alumni SMK yang sama sudah saling mengenal sejak lama, sebelum akhirnya Rayhan memperkenalkan Rayka kepada Haekal. Tim yang sudah terbentuk sejak semester 1 ini telah cukup sering mengikuti berbagai kompetisi sebelumnya, namun berulang kali mengalami kekalahan. Dari satu momen saling curhat mengenai rasa demotivasi akibat kekalahan yang beruntun, muncullah nama tim tersebut sebagai representasi harapan bagi ketiganya, yang kemudian dibawa saat mengikuti CYBERHACK 2026. Alasan mengikuti kompetisi ini sendiri sederhana: bidang yang dilombakan dirasa cocok dengan komposisi kemampuan tim.
Dalam pengerjaannya, tim membagi peran secara jelas sesuai kapasitas masing-masing. Haekal berperan sebagai project manager yang bertanggung jawab menjaga fokus minimum viable product (MVP) serta melakukan kontrol secara keseluruhan terhadap ruang lingkup pengembangan, sekaligus turut menangani sedikit bagian bisnis. Rayka berfokus penuh pada sisi teknikal pengembangan solusi, sementara Rayhan menangani UI/UX serta keseluruhan aspek user interface dan user experience. Untuk latihan pitching, Haekal membebaskan rekan-rekannya berlatih sesuai kapasitas dan kenyamanan masing-masing tanpa tekanan.
Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah keterbatasan waktu pengerjaan. Studi kasus baru diberikan pada 23 Mei, sementara pengumpulan dalam format presentasi (PPT) yang berarti akan dilanjutkan dengan sesi pitching dijadwalkan pada 27 Mei dan sempat diperpanjang hingga 28 Mei. Dengan banyaknya parameter penilaian mulai dari sisi AI, pitching, bisnis, hingga market, sementara komposisi tim yang seluruhnya berlatar belakang teknik, tantangan teknis utama terletak pada pembuatan sistem AI itu sendiri beserta proses troubleshooting di tengah tekanan tenggat waktu. Untuk mengatasinya, Haekal berupaya menjaga suasana tim tetap tenang dengan prinsip “alon-alon asal kelakon”.
Kunci keberhasilan tim, menurut Haekal, terletak pada konsistensi. Rasa demotivasi yang sempat dirasakan justru menjadi booster bagi tim untuk tampil maksimal di babak final, dengan target yang jelas untuk menang dan kepercayaan diri pada salah satu poin kunci di materi presentasi mereka. Saat sesi pitching, seluruh anggota tampil all out sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Dari sisi strategi, tim sengaja merancang presentasi agar tidak monoton seperti presentasi pada umumnya, agar juri dan audiens tidak bosan. Strategi ini dimulai dari hook presentasi di awal, dilanjutkan dengan pembukaan yang ringan, sebelum masuk ke inti materi yang tetap disampaikan sesuai kapasitas, didukung framework berbasis teknik dan bisnis yang matang.
Hasil tersebut membawa kejutan tersendiri bagi Haekal yang mengaku terbiasa berada di posisi kalah dalam berbagai kompetisi sebelumnya. Ia mengaku sangat mengapresiasi kedua rekan timnya yang telah menyelesaikan proses ini dengan baik, hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan pertama sekaligus menjadi Juara 1, sebuah pengalaman perdana yang tidak akan terlupakan.
Ke depan, Haekal berharap dirinya dan tim dapat terus berada di jalur yang membuat mereka nyaman untuk berkembang, baik itu di bidang cybersecurity maupun bidang lainnya. Harapannya, ia dan tim tidak pernah menyerah menghadapi apa pun yang terjadi, baik kegagalan, kekacauan, kelelahan, maupun rasa demotivasi.