Surabaya, 27 September 2026 — Gaya hidup halal kini tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari pola hidup modern yang mencakup fesyen, pariwisata, kosmetik, hingga keuangan syariah. Topik tersebut dibahas dalam Casual Talk “Halal Living: From Personal Choice to Regional Impact” pada rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Mall Surabaya, Minggu (27/9).
FESyar Jawa 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur merupakan bagian dari The 13th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan menjadi wadah penguatan ekonomi serta keuangan syariah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sri Darmadi Sudibyo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, komunitas muda, pelaku UMKM, pegiat halal lifestyle, hingga masyarakat umum, dengan generasi Z menjadi salah satu kelompok peserta yang dominan dan menjadi sasaran utama penguatan literasi halal lifestyle. Segmentasi peserta dalam kegiatan ini memang mencakup mahasiswa, komunitas muda, UMKM, pegiat halal lifestyle, dan pengunjung FESyar.
Dalam sesi talkshow, Prof. Setiyo Gunawan, S.T., Ph.D., Ketua Pusat Studi Halal ITS sekaligus Wakil Direktur Eksekutif II KDEKS Jawa Timur, hadir sebagai narasumber dari unsur akademisi. Ia berdiskusi bersama Mega Iskanti, Fashion Entrepreneur, serta Indhiarto Wahyu Wicaksono, Regional Business Lead East Java Bali Nusra Paragon Corp, yang mewakili pelaku industri halal.
Diskusi menekankan bahwa halal lifestyle kini berkembang menjadi pola hidup berbasis nilai yang mempertimbangkan aspek kehalalan, kualitas, etika, kesehatan, dan keberlanjutan. Konsep ini semakin relevan bagi masyarakat modern, khususnya generasi muda. Indonesia juga memiliki peluang besar dalam pengembangan industri halal. Berdasarkan SGIE Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia, dengan posisi pertama pada sektor modest fashion, kedua pada pariwisata ramah Muslim, dan ketiga pada sektor halal food.
Melalui FESyar Jawa 2026, masyarakat, terutama Gen Z, diharapkan semakin memahami bahwa halal lifestyle bukan sekadar pilihan pribadi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan Halal Value Chain, UMKM, serta ekonomi syariah Indonesia secara berkelanjutan.
Surabaya, 27 September 2026 — Gaya hidup halal kini tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman, tetapi telah berkembang
— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut berkontribusi dalam rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35
Surabaya, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat pengembangan ekosistem halal melalui penyelenggaraan Pelatihan Pendamping Proses