News

Dukung Wajib Halal Oktober (WHO) 2026, ITS Gelar Pelatihan Penyelia Halal Angkatan XXII

Jum, 13 Feb 2026
2:50 am
Berita
Share :
Oleh : muklason@its.ac.id   |

Dalam rangka mendukung implementasi program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tekno Sains Academy kembali menyelenggarakan Pelatihan Penyelia Halal Angkatan XXII pada 10–12 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang DRPM ITS, Gedung Research Centre Lantai 5, dan diikuti oleh 12 peserta dari berbagai latar belakang industri dan institusi.

Peserta pelatihan berasal dari beragam sektor, antara lain PT INTI DUTA LESTARI PLASINDO, PT Milagro Ink Chemindo, PIC PT Bahtera Utama Logistik, Pemilik Arek Coffee, Wiraswasta, HH Batik, PERUMDA Air Minum Muara Tirta Kota Gorontalo, PT Karya Mas Makmur, serta Yayasan Inspirasi Nusantara Aman Makmur. Keikutsertaan peserta dari sektor manufaktur, logistik, UMKM, hingga BUMD ini menunjukkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) secara komprehensif.

Pelatihan ini menghadirkan para pakar dari Tekno Sains Academy – ITS, yaitu Ahmad Muklason, S.Kom., M.Sc., Ph.D.; Dr. Fahmi, S.T.; Prof. Nuraini Rachmawati; Dr. Yeni Rahmawati, S.T., M.T.; Siti Nurkhamidah, S.T., M.S., Ph.D.; Dr. Orchidea Rachmaniah, S.T., M.T.; Ir. Badril Azhar, S.T., M.Sc., Ph.D.; serta Dr. Ir. M. Maktum Muharja Al Fajri, S.T. Para pemateri membawakan materi ekosistem halal secara komprehensif, mulai dari regulasi dan ruang lingkup Jaminan Produk Halal (JPH), konsep halal–haram dan fatwa kehalalan produk, implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), hingga simulasi pendaftaran sertifikasi halal melalui sistem SIHALAL.

Tidak hanya membahas aspek regulasi dan administratif, pelatihan ini juga memperkenalkan inovasi teknologi dalam pengelolaan dokumen halal. Peserta dikenalkan pada pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu percepatan dan akurasi pengisian dokumen manual SJPH. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses sertifikasi halal, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Melalui pelatihan ini, ITS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem halal nasional, khususnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten sebagai Penyelia Halal. Dengan sinergi antara regulasi, edukasi, dan inovasi teknologi, ITS optimistis pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026 dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

Latest News

  • Meningkatkan Sistem Sertifikasi Halal di Negara-Negara Anggota OKI melalui Standar dan Praktik Baik

    —Pusat Penelitian dan Pelatihan Statistik, Ekonomi, dan Sosial untuk Negara-Negara Islam (SESRIC), bekerja sama dengan

    15 Apr 2026
  • Membangun Infrastruktur Mutu Halal yang Terharmonisasi bagi Negara-Negara Anggota OKI

    —Pusat Penelitian dan Pelatihan Statistik, Ekonomi, dan Sosial untuk Negara-Negara Islam (SESRIC), bekerja sama dengan

    14 Apr 2026
  • Penguatan SDM Jaminan Produk Halal Disorot di Tengah Dinamika ART AS–Indonesia

    —Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Forum Harmonisasi

    04 Mar 2026