Yusuf Hendra Dwi Kusuma, S.T., M.M. (kiri) bersama Eva Mursidah, S.I.Pust. (kanan) dalam podcast Perpustakaan ITS yang membahas pengembangan perpustakaan digital dari riset hingga implementasi layanan.
Surabaya, 6 Agustus 2026 — Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mendorong transformasi digital melalui pengembangan berbagai sistem dan layanan berbasis teknologi. Perjalanan tersebut dibahas dalam podcast Perpustakaan ITS episode keempat bertajuk “Pengembangan Perpustakaan Digital: Dari Riset ke Realita” yang tayang di kanal YouTube Perpustakaan ITS pada Kamis (6/8).
Podcast menghadirkan Yusuf Hendra Dwi Kusuma, S.T., M.M., Kepala Sub Bagian Tata Usaha Perpustakaan ITS, sebagai narasumber, dengan Eva Mursidah, S.I.Pust., Pustakawan ITS, sebagai host. Dalam episode ini, keduanya membahas perjalanan pengembangan ekosistem digital Perpustakaan ITS, mulai dari proses migrasi sistem, pengembangan aplikasi, hingga gambaran layanan perpustakaan di masa mendatang.
Transformasi digital Perpustakaan ITS berangkat dari riset yang dilakukan oleh pustakawan berdasarkan permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan layanan sehari-hari. Hasil riset tersebut kemudian tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi mulai diimplementasikan dan dikembangkan bersama manajemen sejak 2025. Pendekatan ini membuat berbagai inovasi digital yang dikembangkan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan layanan perpustakaan.
Salah satu pembahasan utama dalam podcast adalah migrasi sistem otomasi perpustakaan menuju INLISLite, aplikasi open source yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Menurut Yusuf, penggunaan sistem open source memberikan peluang bagi Perpustakaan ITS untuk mengembangkan sistem sesuai kebutuhan sekaligus berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan perpustakaan lain. Migrasi yang telah dimulai sebelumnya kemudian direalisasikan secara penuh pada 2025.
Proses tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan, khususnya migrasi data dan kebutuhan integrasi dengan sistem yang ada di lingkungan ITS. Kolaborasi dengan Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut, termasuk dalam pemanfaatan data mahasiswa melalui middleware sehingga data pengguna dapat terintegrasi dengan sistem pusat.
Selain sistem otomasi, podcast juga membahas sejumlah aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung layanan perpustakaan. Salah satunya adalah Librigo, aplikasi yang membantu proses bebas pustaka. Berdasarkan pembahasan dalam podcast, penerapan Librigo mampu meningkatkan efisiensi proses layanan hingga sekitar 70 persen. Sistem tersebut membantu mengurangi proses manual dan antrean dalam layanan bebas pustaka, meskipun pengembangannya masih terus dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas alur layanan.
Pengembangan layanan digital juga diarahkan pada integrasi berbagai kebutuhan pemustaka. Salah satunya melalui E-Library, yang dirancang sebagai portal untuk mengintegrasikan layanan perpustakaan bagi mahasiswa dan sivitas akademika ITS. Konsep tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan layanan digital secara lebih terpusat sehingga pengguna dapat mengakses berbagai layanan dalam satu pintu.
Dalam podcast tersebut turut dibahas pengembangan layanan E-Thesis Delivery dan inovasi berbasis flipbook. Layanan ini diproyeksikan untuk mempermudah sivitas akademika dalam mengakses karya ilmiah yang tersedia di repository, khususnya koleksi yang sebelumnya memerlukan permintaan melalui layanan delivery. Pengembangan tersebut telah dipersiapkan dan berada dalam tahap menuju peluncuran. Ke depan, konsep tersebut juga direncanakan dapat mencakup koleksi lain seperti e-book dan e-journal yang menjadi milik perpustakaan.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan digital Perpustakaan ITS tidak hanya berorientasi pada keberadaan teknologi, tetapi juga pada penyelesaian persoalan yang dihadapi pengguna dan pustakawan. Salah satu prinsip yang ditekankan Yusuf adalah pentingnya kepekaan pustakawan terhadap kondisi di lingkungan kerja. Menurutnya, ide pengembangan akan muncul dari orang-orang yang bersentuhan langsung dengan pekerjaan dan layanan setiap hari.
Kolaborasi antara pustakawan dan tim IT menjadi faktor penting dalam mewujudkan berbagai inovasi tersebut. Riset pustakawan menjadi sumber gagasan, sementara kemampuan teknis dan dukungan manajemen membantu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi sistem yang dapat digunakan. Peran berbagai pihak, termasuk seluruh pustakawan dan manajemen, turut menjadi bagian dari perjalanan hingga berbagai inovasi yang sebelumnya telah direncanakan dapat terealisasi.
Tidak berhenti pada pengembangan layanan saat ini, Perpustakaan ITS juga mulai membayangkan konsep smart library di masa depan. Salah satu gagasan yang dibahas adalah menghadirkan layanan yang dapat menjadi mitra pengguna selama 24 jam melalui dukungan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Teknologi tersebut diharapkan tidak sekadar berfungsi sebagai chatbot, tetapi dapat dikembangkan menjadi semacam search engine yang mampu membantu pengguna menemukan informasi penelitian secara lebih terarah berdasarkan kebutuhan mereka.
Melalui podcast ini, Perpustakaan ITS menunjukkan bahwa transformasi digital merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan riset, keberanian untuk berinovasi, kolaborasi, serta evaluasi terhadap kebutuhan pengguna. Dari berbagai gagasan yang lahir dari permasalahan di lapangan, teknologi kemudian dikembangkan menjadi layanan nyata yang diharapkan mampu menghadirkan pengalaman perpustakaan yang semakin mudah, efektif, dan relevan bagi sivitas akademika ITS.
Surabaya, 6 Agustus 2026 — Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mendorong transformasi digital melalui pengembangan berbagai sistem
Surabaya, 3 Agustus 2026 — Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima dua rombongan kunjungan edukatif pada Senin (3/8),
Surabaya – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), muncul anggapan bahwa perpustakaan mulai kehilangan relevansinya sebagai sumber
Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersinergi dengan KKN Internasional