Foto Bersama Usai Penyerahan Penghargaan kepada Dr. (H.C) Ir. Hj. Tri Rismaharini, M.T. (Wali Kota Surabaya periode 2010–2020), Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES., Ph.D., (Rektor ITS periode 2015–2019), dan Danar Guruh Pratomo, ST, MT, Ph.D. (Kepala Unit SDGs dan Smart Eco Campus ITS) di CCWS Perpustakaan ITS, Senin (8/6/2026).
SURABAYA, 8 Juni 2026 – Membicarakan transformasi Kota Surabaya tidak akan pernah lepas dari ruang terbuka hijau dan sosok pemimpin yang merancangnya. Mengangkat esensi tersebut, Perpustakaan ITS sukses menggelar acara Bedah Buku monumental karya Wali Kota Surabaya periode 2010–2020, Dr. (H.C) Ir. Hj. Tri Rismaharini, M.T., yang berjudul “KOTA HIJAU dalam dimensi inovasi dan manusia” pada Senin (8/6) ini.
Acara yang berlangsung di Creative Co-Working Space (CCWS) Perpustakaan ITS ini menarik antusiasme luar biasa dari civitas akademika ITS maupun non ITS. Tercatat sebanyak 185 peserta mengikuti jalannya diskusi, dengan rincian 91 peserta hadir secara langsung (offline) memenuhi ruang CCWS dan 94 peserta bergabung secara daring (online).
Diskusi dipandu secara interaktif oleh Danar Guruh Pratomo, ST, MT, Ph.D. (Kepala Unit SDGs dan Smart Eco Campus ITS) selaku moderator. Sementara itu, hadir sebagai pembedah utama adalah pakar Teknik Lingkungan sekaligus Rektor ITS periode 2015–2019, Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES., Ph.D.
Melacak Identitas Buku Karya Alumni
Buku setebal 92 halaman yang diterbitkan oleh ITS Press ini memiliki nilai historis tersendiri bagi kampus berlambang pahlawan ini. Buku tersebut awalnya diterbitkan dalam rangka penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) oleh ITS kepada Tri Rismaharini, yang juga merupakan alumni jurusan Arsitektur dan Magister Manajemen Pembangunan Kota ITS.
Gagasan utama buku ini berfokus pada penciptaan “Kota Hijau yang memanusiakan” melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH). RTH di sini tidak sekadar memenuhi fungsi ekologis, sosial-budaya, estetika, dan ekonomi, melainkan didesain secara inovatif untuk mendorong kemajuan perilaku dan kesejahteraan ekonomi warganya.
Kisah Sukses Inovasi: Sisi Manusia di Balik Kemiskinan dan Banjir
Dalam sesi diskusi, terungkap berbagai catatan menarik di balik perwujudan konsep kota hijau tersebut. Ketika Surabaya dihadapkan pada masalah kemiskinan dan banjir, kebijakan yang diambil berbasis pada riset dan pemahaman psikologis kota.
Untuk menekan kemiskinan, warga kampung dibekali bibit sayur hasil riset yang kuat bertahan di dataran panas. Alih-alih hanya menghemat pengeluaran dapur, program urban farming ini menghasilkan surplus yang masif. Melalui manajemen penjadwalan tanam yang rapi antar-kampung, hasil panen tersebut sukses menyuplai kebutuhan hotel-hotel di Surabaya hingga menghasilkan pendapatan mencapai Rp7 juta per kampung dalam sekali panen.
Dari sisi ekologis dan psikologis, pembangunan banyak taman aktif (seperti Taman Bungkul yang menjadi taman pertama di dunia dengan fasilitas Wi-Fi untuk remaja, jalur refleksi untuk lansia, hingga ikonik-nya pohon Tabebuya) tidak hanya berhasil menurunkan suhu kota sebesar 2 derajat Celsius dan meminimalkan banjir lewat penyerapan akar pohon. Lebih dari itu, keindahan kota secara psikologis mampu meredam tingkat emosi warga di jalanan, meningkatkan produktivitas kerja, serta menarik wisatawan untuk menggerakkan sirkular ekonomi lokal melalui komunitas seperti Surabaya Green and Clean, Bank Sampah Mandiri, dan Rumah Kompos Kelurahan. Surabaya pun sukses memborong penghargaan global, termasuk Livable City dari PBB, Global Green City, hingga predikat Special Mention pada Lee Kuan Yew World City Prize 2018.
Perspektif Kritis Prof. Joni Hermana: Tantangan Menuju Kota Hijau Modern
Meski buku ini memaparkan keberhasilan yang luar biasa dalam revitalisasi taman kota dan keterikatan emosional pemimpinnya, Prof. Joni Hermana dalam presentasinya memberikan ulasan akademis yang kritis dan berimbang. Beliau menyampaikan beberapa poin penting mengenai hal-hal yang masih dapat ditingkatkan dari isi buku maupun tata kota Surabaya:
Komitmen Literasi Perpustakaan ITS
Sebagai penyelenggara, Perpustakaan ITS berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan inspirasi bagi sivitas akademika maupun masyarakat. Melalui bedah buku ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep kota hijau, tetapi juga melihat bagaimana sebuah gagasan dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
SURABAYA, 8 Juni 2026 – Membicarakan transformasi Kota Surabaya tidak akan pernah lepas dari ruang terbuka hijau dan
Selasa, 14 April 2026, Perpustakaan ITS menyelenggarakan kegiatan Sharing Session & Bedah Buku bertajuk “Menjadi Pejuang Ilmu di UK
Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan kesempatan kepada sivitas akademika untuk mencoba akses trial database AccessMedicine dari McGraw-Hill
Surabaya – Rabu, 4 Februari 2026, Perpustakaan ITS kembali mengadakan InHouse Training Optimalisasi Pemanfaatan AI untuk penelusuran Literatur dan