
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi bagian dari program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) 2026 bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Lokakarya yang digelar di Universitas Brawijaya (UB) ini menjadi langkah awal pengembangan talenta kecerdasan artifisial (AI).
Dekan Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS Prof Ir Dr Diana Purwitasari SKom MSc menilai perkembangan AI membuka peluang besar bagi inovasi di berbagai sektor. Ia menekankan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta digital yang adaptif. “Kolaborasi akademisi, pemerintah, dan industri penting untuk mencetak talenta yang siap menghadapi transformasi teknologi,” ujarnya.
Guru Besar Teknik Informatika ITS tersebut juga menambahkan bahwa kegiatan lokakarya seperti ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas wawasan mengenai teknologi AI. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi.

Selanjutnya, sesi pemaparan materi diisi dengan diskusi mengenai perkembangan generative artificial intelligence. Materi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Said Mirza Pahlevi DEng MEng. “Generative AI membuka peluang baru dalam pengembangan berbagai solusi digital yang inovatif,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Said menjelaskan bahwa teknologi Generative AI ini berkembang pesat dan memiliki potensi besar dalam berbagai bidang. Teknologi ini dinilai mampu membantu berbagai proses, mulai dari pengolahan informasi hingga pengembangan sistem digital yang lebih efisien sekaligus mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mendorong para peserta untuk terus mengembangkan keterampilan di bidang kecerdasan artifisial agar mampu berkontribusi dalam perkembangan teknologi global. Ia menilai penguasaan teknologi AI menjadi bekal penting bagi generasi muda di era transformasi digital. “Mahasiswa perlu terus mengasah kemampuan agar mampu menciptakan solusi AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Workshop AITF x ITS 2026 ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan inovasi baru di bidang kecerdasan artifisial sekaligus memperkuat ekosistem talenta digital di Indonesia. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui pengembangan talenta digital yang kompeten di bidang teknologi. (*)
Reporter: Nabila Rahadatul Aisy Koestriyaningrum
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-Shidieq