Wisuda ITS, Tambang Emas PKL

Published on
By

Keramaian di Graha sudah nampak sejak pagi. Tidak hanya keluarga wisudawan yang berduyung – duyung datang. Jauh sebelum mereka memasuki parkiran Graha ITS yang megah, para pedagang sudah stand by dengan beraneka dagangannya. Kebanyakan dari mereka adalah pedagang berbagai macam makanan dan minuman. Sebagin yang lain adalah pedagang bunga dan berbagai asessoris ITS seperti kaos.

Kedatangan para tamu disambut hangat oleh mereka yang mulai beraksi menjajakan dagangan. "Di tempat keramaian seperti ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperoleh untung yang lebih besar dari biasanya," tutur Supri, salah satu pedagang Dawet Kudus.

Tidak bisa dipungkiri, pusat keramaian adalah salah satu lahan bisnis yang menjanjikan bagi mereka. Uniknya pedagang yang datang, tidak hanya pedagang yang biasa mangkal di sekitar kampus ITS. Namun banyak pedagang  dari luar daerah. “Biasanya saya mangkal di Kertajaya, namun karena ada Wisuda, hari ini saya pindah ke ITS,” lanjut pria asal Kudus ini.

Fenomena lain yang muncul adalah banyaknya pedagang dadakan  yang seakan tak mau ketinggalan untuk meraup keuntungan. Bahkan, beberapa mahasiswa ikut berburu keuntungan momen dua kali setahun ini.

Lela misalnya, mahasiswa PENS-ITS ini menjajakan bunga mawar yang cantik. “Saya sudah dua kali menjual bunga di acara wisuda ITS, namun saya tidak sendirian. Saya bersama – sama dengan beberapa mahasiswa asal Sumatra Utara yang lain,” jelasnya.

Keberadaan para pedagang ini, terbukti manjur untuk memenuhi kebutuhan tamu, seperti minum, makanan dan barang – barang lain. Apalagi banyak tamu yang tidak kebagian tempat duduk, sehingga mereka terpaksa menunggu di luar ataupun orang tua mahasiswa yang tidak sempat sarapan waktu berangkat.

“Keberadaan pedagang ini sangat membantu untuk orang tua yang haus atau belum sempat sarapan, apalagi cuaca di Surabaya sangat panas,” ungkap Yuriah, salah satu orang tua mahasiswa asal Sidoarjo.

Di luar banyak yang senasib dengan Yuriah, sedang bercengkerama sambil membeli jajanan. Sampai wisuda berakhir, para pedagang mengemasi barang dagangannya, dan berharap esok hari keuntungan berlipat akan didapat. (Kl/nrf)

×